Separuh Pedagang Pasar Tangsel Takut Divaksin COVID-19

Kamis , 18 Februari 2021 | 09:28
Separuh Pedagang Pasar Tangsel Takut Divaksin COVID-19
Sumber Foto: RRI.co.id.
Pedagang di pasar tradisional, Pasar Ciputat.

JAKARTA - Sekitar 50 persen atau separuh dari pedagang di Pasar Kota Tangerang Selatan (Tangsel) merasa takut dan kebingungan terkait rencana pemerintah setempat melakukan vaksinasi Covid-19 tahap dua terhadap 10 ribu komunitas parsar tradisional di wilayah ini. 

Ketua Paguyuban Pasar Ciputat, Yuli Sarlis mengatakan, para pedagang salah satunya di Pasar Ciputat, merasa takut dan meyakini bahwa wabah penyakit yang disebabkan oleh virus Corona ini dapat disembuhkan meski tanpa melalui vaksinasi. “Kayaknya 50 persen lebih banyak yang enggak mau yah. Udah pada ngomong, pada takut,” ujarnya kepada rri.co.id, Rabu (17/2/2021).

Yuli menuturkan, saat ini pihaknya baru mendapat selebaran rencana vaksinasi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel. Dijelaskan, pihaknya  belum mendapat sosialisasi atau imbauan dari dinas terkait soal vaksinasi tersebut.

“Kita baru dapet selebaran minggu kemarin dari Disperindag l, terus disuruh isi, udah gitu saja. Seharusnya kan kalau ada rencana kaya gitu (vaksinasi, red) kita dikasih tahu dulu, dikumpulin dulu, ini enggak langsung disuruh ngisi saja. Ya mereka (pedagang, Red) kan juga kebingungan,” ungkap Yuli.

Dihubungi terpisah, Mumu - salah seorang pedagang perlengkapan sekolah di Pasar Ciputat mengatakan, dirinya tidak siap menerima vaksin Covid 19 dari pemerintah. Selain itu, ia juga mengaku belum mendapat selebaran vaksinasi yang diberikan oleh Disperindag Kota Tangsel.

“Kalau saya sih enggak siap, karena saya engga sakit. Kata dokter kan yang divaksin orang yang sakit, entar kalau ada apa-apa, ya repot juga. Terus saya juga belum dapet selebaran ajakan vaksin,” tuturnya. Diberitakan sebelumnya, sebanyak 10.000 pedagang pasar tradisional segera dibidik Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk menjalani vaksinasi Covid-19. Pasalnya, mereka dianggap rentan dalam menularkan virus Corona di daerah yang digawangi Airin Rachmi Diany itu. (E-4)



Sumber Berita: RRI.co.id.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load