DPRD Sulbar Pertanyakan Dana Bantuan Relawan untuk Gempa

Selasa , 16 Februari 2021 | 11:32
DPRD Sulbar Pertanyakan Dana Bantuan Relawan untuk Gempa
Sumber Foto Antara/M Faisal Hanapi
DPRD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mempertanyakan penggunaan anggaran yang bersumber dari relawan dan donasi dari seluruh Indonesia untuk penanganan gempa Kabupaten Mamuju dan kabupaten Majene karena belum disalurkan seluruhnya, Selasa (16/2/2021).

MAMUJU - DPRD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mempertanyakan penggunaan dana yang bersumber dari para relawan dan donasi dari dari seluruh Indonesia untuk penanganan gempa Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene karena belum disalurkan seluruhnya.

Ketua Pansus DPRD Sulbar untuk pengawasan anggaran dan pengelolaan dana bencana gempa Sulbar, Sudirman di Mamuju, Selasa (16/2/2021) mempertanyakan pengelolaan anggaran gempa Sulbar yang dinilai belum membantu pengungsi dan penyintas gempa Sulbar.

Ia mengaku sangat marah karena Pemerintah Provinsi Sulbar telah melakukan pengadaan terpal untuk pengungsi sebanyak 5.000 lembar menggunakan dana relawan tersebut tetapi hanya 1.000 terpal yang disalurkan.

"Di saat pengungsi kesulitan dan butuh bantuan terpal di pengungsian, namun justru Pemerintah Provinsi Sulbar tidak menyalurkannya dan hanya sebagaian kecil saja, padahal ini dana relawan dan donasi yang tujuannya membantu pengungsi, namun tidak disalurkan," katanya.

Ia meminta pemerintah provinsi tidak bermain-main dalam menggunakan anggaran gempa ini, karena kalau tidak digunakan untuk membantu masyarakat akan mubasir dan masyarakat akan kesulitan menghadapi bencana ini.

Sudirman meminta Pemprov Sulbar segera menyalurkan dana relawan dan donasi tersebut untuk membantu pengungsi karena masyarakat butuh makanan.

"Kalau pemerintah tidak memiliki data korban bencana yang harus dibantu maka seharusnya melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten, camat dan kepala desa diserap kabupaten terdampak gempa," ujarnya.

Sebelumnya bantuan dana gempa dari relawan se-Indonesia mencapai Rp2,8 miliar, dana tersebut dikelola Pemerintah Sulbar Sulbar melalui rekening Bank BPBD Sulbar dan rekening kas Pemprov Sulbar.

Namun dana relawan se-Indonesia yang telah terpakai membantu korban gempa hanya Rp1,2 miliar, sementara Rp1,6 miliar belum digunakan.

Kepala BPBD Sulbar Darno Majid mengakui dana bantuan relawan se-Indonesja yang akan digunakan membantu masyarakat korban pengungsi belum disalurkan dan hanya dialokasikan untuk pengadaan terpal.

Ia mengatakan dana relawan yang tersisa tersebut belum disalurkan kepada para pengungsi akibat pemerintah Sulbar tidak memiliki data korban terdampak gempa di Kabupaten Mamuju dan Majene.(*)



Sumber Berita: Antara
KOMENTAR

End of content

No more pages to load