Yogyakarta Belum Terima Laporan Soal Efek Samping Vaksinasi COVID-19

Sabtu , 23 Januari 2021 | 13:29
Yogyakarta Belum Terima Laporan Soal Efek Samping Vaksinasi COVID-19
Sumber Foto: ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/foc.
Petugas medis menunjukan vaksin COVID-19 produksi Sinovac dalam pelaksanaan vaksinasi.

JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta hingga sekitar satu pekan setelah penyuntikan pertama vaksin COVID-19 pada tenaga kesehatan belum menerima laporan mengenai efek samping berat vaksinasi.

“Sampai sekarang kami belum menerima laporan efek samping berat yang dirasakan oleh tenaga kesehatan yang sudah menjalani vaksinasi. Mudah-mudahan tidak ada efek samping atau muncul persoalan lain dari vaksinasi,” kata Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, sampai saat ini tidak ada laporan mengenai efek samping berat dari sekitar 1.600-an tenaga kesehatan yang sudah divaksin.

Heroe juga mendapat suntikan pertama vaksin COVID-19 pada 15 Januari 2021 dan dia merasa cepat lelah dan mudah mengantuk setelah menjalani vaksinasi. "Badan cepat lelah dan mudah mengantuk. Terkadang merasa ada bagian tubuh yang panas, tetapi tidak sampai menyebabkan demam tinggi,” katanya.

Kendati demikian, Heroe mengatakan, kondisi itu tidak sampai mengganggu kegiatan sehari-hari atau menghambat dia dalam menjalankan tugas sebagai wakil wali kota.

“Saya juga masih sering bersepeda, meskipun saat ini lebih banyak dilakukan pada malam hari,” katanya. Dia mengemukakan bahwa mungkin respons tubuh masing-masing orang terhadap vaksinasi berbeda. Penyuntikan vaksin kedua di Kota Yogyakarta dijadwalkan berlangsung 29 Januari, tepat 14 hari setelah injeksi pertama.

“Vaksinasi untuk tenaga kesehatan juga terus berjalan. Kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Yogyakarta adalah memberikan vaksinasi kepada 200 hingga 300 orang tiap hari,” kata Heroe. Dengan kemampuan vaksinasi sedemikian, dibutuhkan waktu sekitar 40 hari untuk menyelesaikan penyuntikan pertama vaksin COVID-19 pada sekitar 8.000-an tenaga kesehatan yang ada di Kota Yogyakarta.

Heroe mengatakan bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta baru menerima sekitar 9.800 dosis vaksin COVID-19 dan sediaan vaksin itu belum cukup untuk melakukan dua kali penyuntikan vaksin pada seluruh tenaga kesehatan.

"Jumlah yang kami terima sekitar 9.800 dosis. Mudah-mudahan memasuki tahapan injeksi kedua ada tambahan dosis vaksin yang diterima Kota Yogyakarta,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat tidak takut menjalani vaksinasi COVID-19 karena vaksinasi dibutuhkan untuk melatih tubuh melawan virus yang masuk ke dalam tubuh. “Tubuh sudah terlatih dan memiliki bekal menghadapi virus yang masuk. Namun, protokol kesehatan tetap harus dijalankan,” katanya. (E-4)



Sumber Berita: ANTARA.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load