Bangka Penyumbang Kasus Baru COVID-19 Tertinggi di Babel

Sabtu , 23 Januari 2021 | 12:38
Bangka Penyumbang Kasus Baru COVID-19 Tertinggi di Babel
Sumber Foto: FOTO ANTARA/Aprionis.
Pemprov Kepulauan Babel menggencarkan sosialisasi protokol kesehatan di perdesaan.

JAKARTA - Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan Kabupaten Bangka menjadi penyumbang kasus baru COVID-19 tertinggi di Babel, karena kurangnya kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan.

"Saat ini, Kabupaten Bangka menjadi urutan pertama sebagai penyumbang kasus COVID-19 yang didominasi klaster rumah tangga dan perkampungan," kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Provinsi Babel, Andi Budi Prayitno di Pangkalpinang, Sabtu.

Ia mengatakan berdasarkan update kasus COVID-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (22/1) malam pasien dinyatakan selesai isolasi 3.167 (bertambah 114), meninggal dunia 75 (bertambah 1), dalam isolasi/perawatan 579 (bertambah 103 - berkurang 115) dan kumulatif kasus konfirmasi 3.821 (bertambah 103).

Kumulatif kasus konfirmasi 3.821 (bertambah 103) tersebar di Kota Pangkalpinang 1.460 (bertambah 28), Bangka 1.058 (bertambah 40), Bangka Tengah 581 (bertambah 22), Bangka Barat 199, Bangka Selatan 106 (bertambah 10), Belitung 301 (bertambah 1), Belitung Timur 116 (bertambah 2).

"Dalam sepekan terakhir ini, kenaikan kasus tertinggi terjadi di Kabupaten Bangka 77,3 persen, Kabupaten Bangka Tengah 76,5 persen dan Belitung Timur 56,7 persen," ujarnya.

Sementara itu, insiden kumulatif tertinggi (Per 100.000 Penduduk) terdapat di Kota Pangkalpinang : 650,48 kasus, Kabupaten Bangka 292,39 kasus, Bangka Tengah 263,94 kasus. "Angka kematian tertinggi dalam sepekan terakhir terjadi di Kota Pangkalpinang 13,93 kasus, Belitung 6,33 kasus dan Kabupaten Bangka Tengah 3,75 kasus," katanya.

Menurut dia berdasarkan data tersebut jumlah kasus konfirmasi COVID-19 yang terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam sepekan terakhir ini sama dengan pekan sebelumnya yakni sebesar 1,7 persen, di mana 40,25 persen kasus berasal dari Kota Pangkalpinang.

"Kondisi ini menandai kasus Covid-19 di Babel dalam lima bulan ini terus mengalami lonjakan orang yang terinfeksi Covid-19, terutama pada klaster perkantoran, klaster keluarga, klaster fasilitas pelayanan kesehatan, klaster perkebunan, klaster perumahan, klaster pesantren, klaster perkumpulan, dan klaster panti asuhan, serta terbaru klaster kampung," demikian Andi Budi Prayitno. (E-4)



Sumber Berita: ANTARA.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load