Kapan Pandemi Virus Corona Berakhir?

Rabu , 25 November 2020 | 10:27
Kapan Pandemi Virus Corona Berakhir?
Sumber Foto: Pixabay.
Ilustrasi.

JAKARTA - Prediksi mengenai kapan pandemi virus Corona COVID-19 berakhir terus menggema dan masih menjadi banyak pertanyaan masyarakat. Terlebih dengan adanya beberapa kandidat vaksin COVID-19 yang menunjukkan hasil akhir yang memuaskan sehingga bisa membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok untuk melawan Corona.

Analisis yang dilakukan oleh Citi Research mengungkap herd immunity kemungkinan belum terbentuk sampai akhir 2021. Kekebalan kelompok terjadi ketika cukup bayak orang dalam satu populasi mengembangkan perlindungan terhadap penyakit dan cara terbaik mendapatkannya adalah dengan vaksinasi.

Saat ini kandidat vaksin COVID-19 yang menunjukkan hasil yang memuaskan antara lain AstraZeneca, Pfizer, dan Moderna. Citi Research juga memprediksi kandidat vaksin tersebut akan mendapatkan izin penggunaan darurat pada Desember 2020 atau Januari 2021 dan dapat didistribusikan.

Citi mengungkapkan negara maju secara kolektif telah mengamankan 80 persen vaksin COVID-19 yang sedang dikembangkan. Negara-negara seperti AS, Inggris, Jepang, Kanada, Australia, dan Uni Eropa bahkan telah memesan jumlah dosis vaksin yang melebihi populasi mereka.

Ini berarti negara-negara maju dapat memulai distribusi vaksin yang lebih luas pada kuartal kedua atau ketiga tahun depan, dan membentuk kekebalan kawanan pada tiga bulan terakhir tahun 2021, jelas mereka. "Kebanyakan orang, yang mencari vaksin, mungkin divaksinasi setidaknya pada akhir 2021," tulis Citi Research, dikutip dari CNBC, Rabu (25/11/2020).

Hanya saja Citi Research menambahkan negara-negara berkembang dan miskin kemungkinan membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan vaksin COVID-19. Negara miskin bahkan harus bergantung pada program penyedia vaksin COVAX dari PBB. Di negara miskin, Citi Research menyebut ada ketidakpastian kapan herd immunity akan tercapai.

Ada tantangan lain yang dihadapi dalam proses vaksinasi. Apa itu? Penerimaan vaksin juga jadi tantangan. Citi Research menyebut penerimaan vaksin juga menjadi tantangan vaksinasi. Dalam survei yang dilakukan Ipsos dan World Economic Forum, terjadi penurunan penerimaan vaksin dalam beberapa bulan terakhir.

Survei yang dilakukan pada bulan Oktober menemukan 73 persen responden di 15 negara bermaksud untuk mendapatkan vaksinasi, turun 4 poin persentase dari survei yang sama yang dilakukan tiga bulan sebelumnya. "Secara umum, cakupan vaksin harus mencapai setidaknya 70 persen untuk membentuk herd immunity," tulis Citi Research.

"Namun, tingkat penerimaan vaksin hanya 54-59 persen di Prancis, Hongaria, Polandia dan Rusia menunjukkan potensi penundaan herd immunity di beberapa negara," tutupnya.(E-4)



Sumber Berita: Detik.com.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load