Vaksinasi COVID-19 di RI Dijamin Sesuai Standar WHOP

Minggu , 22 November 2020 | 11:13
Vaksinasi COVID-19 di RI Dijamin Sesuai Standar WHOP
Sumber Foto: Istimewa.
Ilustrasi.

JAKARTA - Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir angkat suara soal vaksin Corona. Ia memastikan proses vaksinasi nanti akan dilakukan dengan sangat hati-hati. Proses itu akan dilakukan sesuai standar WHO demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

"Tentu seperti stigma Bapak Presiden (Jokowi) bahwa vaksinasi yang akan dilakukan di Indonesia pasti melakukan proses yang sangat hati-hati sesuai dengan standar WHO," ujar Erick dalam acara LUSTRUM XII IKA ITS Innovation Challenge and Business Summit 2020, Sabtu (21/11/2020).

Ia pun optimistis proses vaksinasi bisa berjalan dengan baik. Kemudian, angka penularan dan angka kematian akibat COVID-19 bisa terus ditekan sampai semua aktivitas bisa kembali berjalan seperti biasanya. "Keselamatan rakyat Indonesia jadi hal yang utama. Setelah itu tentu kalau kita bisa me-manage COVID-19 ini dengan baik, baru kita bicara tentunya ekonomi. Tidak bisa kebalik-balik," ucapnya.

Sejauh ini, menurut Erick, penanganan pandemi di Indonesia semakin hari sudah semakin baik. Buktinya, tingkat kesembuhan di Indonesia tercatat jauh lebih baik dari rata-rata negara lain. Meski begitu, ia mengakui bahwa tingkat kematian akibat COVID-19 juga masih tinggi.

"Tingkat kesembuhan kita dibandingkan tingkat kesembuhan dunia, kita jauh lebih baik. Memang ada hal yang sangat sensitif, yaitu tingkat daripada fatality atau kematian kita masih tinggi dibandingkan dunia," imbuhnya.

Oleh karena itu, pemerintah bakal terus bekerja keras lewat program Indonesia Sehat, Indonesia Bekerja, dan Indonesia Tumbuh. Program Indonesia Sehat disebutnya jadi prioritas utama. "Karena setiap hari tentu ada saja bapak yang kehilangan istrinya, anak yang kehilangan orang tuanya, dan tentu ini sesuatu yang sangat prihatin," tuturnya.

Kapan vaksinasi Corona terlaksana?

Erick enggan memastikan kapan waktu vaksinasi itu terlaksana yang jelas, tahun ini vaksin impor sudah masuk ke Indonesia. "Konteksnya mungkin gini, datang sama disuntik beda lho. Kalau datang, tadi saya bilang saya masih optimis bisa datang di akhir November atau awal Desember. Tetapi itu bukan divaksin, (tapi) datang dulu barangnya," kata Erick dalam acara bertajuk Indonesia Townhall di salah satu stasiun televisi nasional, Jumat (20/11/2020).

Dia menjelaskan begitu vaksin impor tiba di Indonesia tidak bisa langsung disuntikkan ke orang, masih ada proses yang mesti dilakukan. "Nah kalau kita tentu mengharapkan secepatnya, secepatnya datang bukan buat divaksin. Tapi kan proses daripada vaksin itu harus penuh dengan kehati-hatian. Apalagi ada dua macam vaksin yang datang, ada yang (sudah) jadi, ada yang harus dibuat (di dalam negeri)," sebutnya.

Di sisi lain, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah bicara beberapa kali bahwa vaksin yang ada di Indonesia harus dipastikan sesuai standar WHO, uji klinisnya dilalui, dan harus ada kehati-hatian. Tapi, kalau bisa lebih cepat akan lebih baik. "Bukan berarti menghalalkan segala cara. Saya masih optimis ketika nanti vaksinnya bisa datang di bulan November ataupun awal Desember itu datang dulu belum langsung di (suntik)," ujarnya.

"Amannya seperti itu. Tapi kalau bisa (disuntikkan) Desember akhir kan kenapa tidak? Tapi tentu sesuai dengan otoritas dari BPOM. Jadi, bukan main disuntik saja," papar Erick. Untuk dapat menyuntikkan vaksin virus Corona butuh persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yakni emergency use authorization (EUA).

"Kembali, saya tidak pernah bilang tanggal ya, tentu statement selalu kalau memang harus (disuntikkan) Januari, selama itu menjaga kepastian dan kehati-hatian ya harus. Kalau lebih cepat oke, tapi bukan sesuatu yang dipaksakan dipercepat. Itu yang nggak boleh," tambahnya.(E-4)

 


Sumber Berita: ANTARA.
KOMENTAR

End of content

No more pages to load