Prof Akmal Taher Mundur Dari Satgas Penanganan Covid-19

Jumat , 25 September 2020 | 13:48
Prof Akmal Taher Mundur Dari Satgas Penanganan Covid-19
Sumber Foto Warta Nasional
Prof Dr Akmal Taher

JAKARTA--Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Akmal Taher memutuskan mundur dari posisi sebagai Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

Akmal mengajukan surat pengunduran dirinya kepada Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo pada Kamis (24/9/2020) malam.

Akmal menyatakan akan menyelesaikan proses alih pekerjaan dan penyiapan tim hingga hari ini. Ketika, dimintai konfirmasi pada Jumat (25/9/2020) pagi, Akmal membenarkan informasi ini. "Ya, saya menyerahkan surat tadi malam. Tapi saya sebelumnya sudah menyampaikannya secara lisan,” kata mantan anggota tim pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 ini.

Dikutip dari Bisnis.com, Akmal menyatakan, kunci keberhasilan dalam menghadapi pandemi yang sudah berjalan sejak Maret lalu adalah pengetesan, pelacakan, dan tindakan. Dia menilai, langkah pengetesan dan pelacakan tidak secara maksimal dilakukan. Terutama pada usaha menekan kematian di sembilan provinsi.

Presiden Jokowi sendiri telah menunjuk Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan untuk menjalankan tugas menekan kasus kematian di sembilan provinsi. "Saya merasa bisa berperan di tempat lain, untuk menjalankan langkah yang saya yakini, yaitu testing, tracing, dan treatment,” kata Akmal.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 merupakan organ baru setelah Presiden Joko Widodo membentuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional pada Juli lalu.

Satgas berada di bawah struktur komite, yang dipimpin Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, dan merupakan “alih rupa” Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

Satgas dan Gugus Tugas dipimpin orang yang sama, yakni Doni Monardo yang juga merupakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Satgas terdiri dari empat bidang, yakni penanganan kesehatan, perubahan perilaku, teknologi informasi, dan komunikasi publik.



Sumber Berita: Bisnis.com
KOMENTAR

End of content

No more pages to load