Ustadz Harry Mukti Berpulang

Minggu , 24 Juni 2018 | 23:15
Ustadz Harry Mukti Berpulang
Sumber Foto blogger
Ustadz Harry Mukti

JAKARTA – Ustadz Harry Mukti, Minggu (24/6/2018) malam ini sekitar pukul 21.25 meninggal dunia sebelum tiba di Rumah Sakit Dustira Cimahi, Jawa Barat (Jabar).

Almarhum tutup usia akibat serangan jantung. Harry Mukti yang mantan rocker itu tiba di Cimahi dan rencananya menginap di Hotel The Edge. Dia tiba di sana malam ini. Besok paginya direncanakan mengisi acara di MT Nuurun Nisa.

Keterangan yang diperoleh dari Pupung, sahabat almarhum, jenazah Harry Mukti dimandikan dan disholatkan di kediaman rekan Tuti di Komplek Pemda Padasuka Blok H-7980 Cimahi, Jabar. Malam ini juga jenazah Harry Mukti selanjutnya dibawa ke Bogor untuk dimakamkan di sana, Senin (25/6/2018) pagi.

Harry Moekti atau Harry Mukti lahir di Cimahi, 25 Maret 1957. Dia adalah mantan rocker Indonesia yang sekarang menjadi dai. Penyanyi dengan nama asli Hariadi Wibowo ini berubah namanya menjadi Harry Moekti ketika banyak yang menanyakan dirinya Harry yang mana dan yang dijawab Harry yang kakaknya Moekti, jadilah dia dipanggil Harry Moekti.

Sejak kecil hingga menamatkan studinya di SMA, hari-hari Harry Moekti dihabiskan di Cimahi dan Bandung. Kemudian sebagai anak tentara, Harry mengikuti orang tuanya yang pindah tugas ke Semarang. Di kota Semarang Harry pernah menjadi room boy di Hotel Patra Jasa Semarang selama satu tahun. Dari kota Semarang pula karier Hari Moekti dalam bidang musik dimulai. Harry dan beberapa kawannya membentuk grup band Darodox (dari bahasa jawa yang berarti nderedeg atau gemetar).

 Tahun 1980 sesudah ayahnya meninggal, Harry kembali ke Bandung. Di Bandung, Harry bergabung dengan Orbit band, Primas band bersama Tommy Kasmiri, kemudian New Bloodly band. Perjalanan musik Harry kemudian dilanjutkan di kota Jakarta dengan bergabung bersama Makara dari tahun 1982 sampai tahun 1985. Namun ketika Harry melakukan rekaman solo grup ini bubar. Suatu hal yang dianggap mengangkat kariernya adalah ketika bergabung denga Krakatau pada tahun 1985.

Beberapa rekaman Harry Moekti yang meledak di pasaran antara lain adalah Lintas Melawai pada tahun 1987, Ada Kamu, Aku Suka Kamu Suka dan Satu Kata bersama grup band Adegan. Selama kariernya Harry telah membuat tujuh album rekaman, albumnya yang terakhir adalah Di Sini. Album terakhir itu dibuat ketika Harry mulai menekuni agama Islam lebih mendalam, sehingga Hari tidak melakukan promosi dengan mengadakan show seperti yang dilakukan setiap penyanyi ketika albumnya muncul. Akibatnya album terakhir itu kurang laku di pasaran.

Dunia yang dekat petualangan alam adalah dunia Harry yang lainnya ketika masih menjadi penyanyi. Ia sempat membuat klub panjat tebing di Sukabumi, juga menjadi anggota SAR, aktif dalam olahraga Arung Jeram (search and Rescue) kemudian mengikuti kursus terjun payung di Australia. Semua itu dilakukannya dari tahun 1990 sampai 1996.(pelbagai sumber/nm)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load