Pakar Satgas Covid-19: Kota Besar Sumbang Kasus Terbanyak

Rabu , 19 Agustus 2020 | 12:05
Pakar Satgas Covid-19: Kota Besar Sumbang Kasus Terbanyak
Sumber Foto dok/Antarafoto
Salah satu Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 Dr Dewi Nur Aisyah.

JAKARTA - Anggota Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan kota-kota besar menyumbangkan kasus konfirmasi Covid-19 daripada beberapa kabupaten/kota lainnya.

"Sebanyak 53,01 persen dari seluruh kasus konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia disumbangkan oleh 20 kota besar," kata Dewi dalam bincang-bincang Satuan Tugas Penanganan Covid-19 yang disiarkan akun Youtube BNPB Indonesia dari Gedung Graha BNPB, Jakarta, Rabu (19/8/2020).

Dewi mengatakan, hingga 16 Agustus 2020, 20 kota besar yang menyumbangkan 53,01 persen kasus konfirmasi positif Covid-19 adalah Surabaya, Jakarta Pusat, Semarang, Makassar, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Kabupaten Sidoarjo, Medan, Banjarmasin, Kabupaten Gresik, Palembang, Jayapura, Depok, Denpasar, Manado, Mataram, Bekasi, dan Ambon.

Berdasarkan jumlah kasus kumulatif, tiga besar kota dengan kasus tertinggi ditempati Surabaya (10.800 kasus), Jakarta Pusat (7.535 kasus), dan Semarang (6.351 kasus). Namun, bila dilihat kasus per 100.000 penduduk, Surabaya menempati posisi ke lima, Jakarta Pusat peringkat pertama, dan Semarang menempati peringkat ke empat.

"Medan yang berdasarkan jumlah kumulatif kasus menempati peringkat 10 dengan3.172 kasus, bila dilihat berdasarkan per 100.000 penduduk ternyata menjadi peringkat 43," tuturnya seperti dilansir Antara.

Dewi mengatakan kota-kota besar merupakan poros aktivitas. Karena itu, pemerintah daerah dan warga di kota-kota besar harus bisa menjaga diri dan kotanya agar tetap aman dari penularan Covid-19 agar aktivitasnya tidak menjadi lumpuh.

"Waspadai penularan Covid-19 di kota-kota besar. Pemerintah daerah harus memiliki respons yang cepat dan adaptif dari kemungkinan penularan Covid-19," katanya.

Dewi juga mengimbau agar masyarakat di mana pun berada, baik di kota-kota besar maupun kabupaten/kota lainnya, untuk mematuhi protokol kesehatan."Disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan dan mengajak orang-orang di sekitar untuk mematuhi protokol kesehatan," ia menambahkan.(*)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load