Komisi Yudisial "Lockdown" Setelah Sekjen Dinyatakan Positif Covid-19

Jumat , 10 Juli 2020 | 03:44
Komisi Yudisial
Sumber Foto Istimewa
Gedung Komisi Yudisial

JAKARTA--Komisi Yudisial (KY) mengambil langkah menerapkan bekerja dari rumah kepada (WFH) seluruh pegawainya. Itu terjadi pasca Sekertaris Jendral KY, Tubagus Rismunandar Ruhijat, dinyatakan positif terjangkit virus Covid-19.

Wakil Ketua Komisi Yudisial, Maradap Harahap menjelaskan WFH itu akan diterapkan dalam satu pekan kedepan. "Sejak hari ini, Kamis (9/7), KY kembali menerapkan mekanisme bekerja dari rumah atau work from home (WFH) untuk seluruh pegawai KY hingga Rabu (15/7)," kata Maradap dalam keterangan resminya, Kamis. 

Tidak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan penelusuran terkait dugaan adanya penularan virus Covid-19 diantara lingkup pegawai KY.

Penelusuran kepada seluruh pegawai KY itu, ungkap Maradap, akan dilakukan selama tiga hari."KY juga akan segera melakukan tracing (menelusuri) untuk mengecek adanya dugaan penularan kepada pejabat dan pegawai KY lainnya. KY akan melakukan rapid test kepada semua pegawai yang pelaksanaannya sejak Senin s.d Rabu, 13 s.d 15 Juli 2020," ungkapnya.

Sementara itu, dengan diberlakukannya WFH bagi seluruh pegawainya, serta dengan ditutupnya (lockdown) kantor Komisi Yudisial itu, maka adanya proses pelaporan dugaan pelanggaran etik hakim, dapat dilakukan secara online.

" penerapannya tetap mengedepankan kepentingan dan mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat melalui pelayanan online.  Untuk laporan dugaan pelanggaran KEPPH bisa diakses melalui www.pelaporan.komisiyudisial.go.id. Masyarakat juga dapat mengajukan permohonan informasi publik secara online melalui www.ppid.komisiyudisial.go.id," pungkas Maradap.



Sumber Berita: rri.co.id
KOMENTAR

End of content

No more pages to load