Jokowi: Pembangunan Kampus UIII Habiskan Rp3,5 Triliun

Selasa , 05 Juni 2018 | 13:20
Jokowi: Pembangunan Kampus UIII Habiskan Rp3,5 Triliun
Sumber Fotosetkab
Presiden Jokowi meletakan batu pertama pembangunan Kampus UIII di Depok.

DEPOK - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pembangunan Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) menghabiskan anggaran sekitar Rp3,5 triliun.

"Setelah dihitung-hitung habisnya, kok gede banget. Ini dilaporkan ke saya kurang lebih Rp3,5 triliun," kata Presiden saat berpidato pada peletakan batu pertama rencana pembangunan Kampus UIII di Kawasan Pemancar LPP RRI Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (5/6/2018).

Kepala Negara mengatakan pembangunan Kampus UII ini telah dimasukkan ke dalam proyek strategis nasional."Tahun ini akan dimulai, sudah dianggarkan Rp700 miliar. Diperkirakan akan selesai, insya Allah selesai total kurang lebih 4 tahun," kata Jokowi.

Namun, lanjut Presiden, pada 2019 Kampus UIII ini sudah bisa digunakan untuk beberapa jurusan yang sudah berjalan.

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menambahkan, UIII yang dibuka melalui Peraturan Presiden No 57 tahun 2016 ini akan membuka tingkat pendidikan magister dan Doktor.

"(Kampus) ini dibangun di atas tiga nilai dasar yang akan mewarnai keseluruhan aktivitasnya, yakni nilai-nilai keislaman, wawasan dan proyeksi global, serta nilai-nilai keindonesiaan," katanya seperti dilansir antaranews.com.

Menag juga mengungkapkan perbedaannya dengan kampus-kampus Islam yang sudah ada, yakni tugas dan fungsi UIII tidak hanya sebagai penyelenggara proses belajar-mengajar, riset dan pengabdian masyarakat semata, tetapi untuk membangun peradaban Islam Indonesia dan mengontribusikan bagi peradaban global melalui jalur pendidikan.

"Untuk mewujudkan visi dan misi itu, kampus ini tidak hanya akan memiliki fakultas-fakultas dan perpustakaan, melainkan juga pusat peradaban Islam, pusat kajian strategis Islam, pusat studi kawasan Islam, serta museum seni dan budaya Islam yang akan menjadi pusat reservasi ragam artefak dan manuskrip Islam Nusantara," dia menambahkan.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load