Pemerintah Bakal Pantau Medsos Mahasiswa

Senin , 04 Juni 2018 | 19:56
Pemerintah Bakal Pantau Medsos Mahasiswa
Sumber Foto merdeka,com
Menristekdikti Mohamad Nasir

JAKARTA - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan pihaknya akan memantau media sosial (medsos) mahasiswa untuk mencegah radikalisme di kampus.

"Kami melakukan pendataan, baik pada dosen maupun mahasiswa. Nomor telepon seluler dosen kami catat begitu juga dengan media sosial mahasiswa akan didata. Kami akan catat semua," ujar Nasir di Jakarta, Senin (4/6/2018).

Menurut Nasir, apa yang dilakukan oleh pihaknya bukan untuk membatasi gerak insan akademis, namun untuk mencegah berkembangnya radikalisme di kampus. Bahkan, apa yang akan dilakukan oleh pihaknya bukan berarti menggangu kerahasiaan mahasiswa.

Ia menambahkan pihaknya telah melakukan sejumlah upaya agar radikalisme tidak berkembang di kampus. Pascadiberlakukannya Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK), terjadi kekosongan aktivitas mahasiswa di kampus.

Akibatnya, kata Menristekdikti, kekosongan tersebut diisi oleh kelompok radikal."Kami bikin sejumlah kegiatan mulai dari bela negara dan juga wawasan kebangsaan. Bahkan setelah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dilarang, kami bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT)," ujarnya seperti dilansir antaranews.com.

Nasir menjelaskan, apa yang terjadi di Universitas Riau, dapat juga terjadi di sejumlah universitas yang ada di Tanah Air. Potensinya, kata dia, besar.

Dalam kesempatan tersebut, Nasir juga menegaskan bahwa kampus bukan berarti harus steril dimasuki senjata laras panjang."Mau laras panjang atau pendek, jika mengganggu keamanan kami persilahkan," dia menambahkan.

KOMENTAR

End of content

No more pages to load