Wawali Surabaya Whisnu Harus Jalani Isolasi Mandiri

Rabu , 03 Juni 2020 | 16:42
Wawali Surabaya Whisnu Harus Jalani Isolasi Mandiri
Sumber Foto Jawa Pos
Wawali Surabaya Whisnu Sakti Buana

SURABAYA--Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana harus menjalani isolasi mandiri setelah bertemu warga Tegalsari, Surabaya. Warga yang ditemui itu ternyata ada yang positif Covid-19.

Politisi PDIP ini saat ini harus menjalani karantina mandiri karena berstatus orang dalam pemantauan (ODP), setelah mengunjungi warga Kedung Turi.

Menurut Wisnu, saat itu banyak warga karantina mengeluh dan melaporkan tidak adanya pendampingan tenaga perawat, selimut, hingga vitamin dan makanan. "Saya jadi tahu ternyata kondisinya seperti itu. Karena laporan yang sampai ke kami yang bagus-bagus saja. Ini temuan di lapangan," terangnya, melalui siaran pers, Rabu (3/6).

Ia juga mendapatkan temuan lain. Dari 15 warga yang mulanya dinyatakan negatif corona, terang WS, ternyata diralat oleh Pihak Puskesmas Kedungdoro setelah kunjungan WS. Lima diantara warga tersebut, kata WS, kembali dinyatakan positif.

 Zona Hitam

Peningkatan kasus corona di Jawa Timur, khususnya di Surabaya,  tengah jadi sorotan. Menempati urutan kedua terbanyak setelah DKI Jakarta, Jatim disorot karena angka tambahan harian kerap tertinggi, mengungguli Jakarta.

Dilansir di situs resmi Pemprov Jatim, infocovid19.jatimprov.go.id, saat ini ada 5.132 kasus positif corona. Jumlah tersebut 2.748 atau separuh lebih di antaranya ada di Kota Surabaya.

Selasa malam, Ibu kota Jatim tersebut sempat ditandai warna hitam di peta penyebaran atau dengan jumlah kasus lebih dari 2.049. Namun Rabu pagi ini, warna indeks kasus di Surabaya menjadi merah tua. Tambahan kasus baru di Surabaya juga kemarin cukup tinggi yakni 115 orang.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan pasien positif corona di Surabaya lebih dari 2.000 kasus. Namun menurutnya tak serta masuk zona hitam seperti tertera dalam peta. 

"Kemudian ada yang tanya, itu (di peta) kok ada yang hitam. Itu bukan hitam tapi merah tua. Seperti Sidoarjo yang angka kasusnya 500 (kasus) sekian merah sekali, kalau angkanya dua ribu sekian (Surabaya) merah tua," ujar Khofifah.

 



Sumber Berita: Berbagai sumber
KOMENTAR

End of content

No more pages to load