Keuskupan Semarang Belum Izinkan Gereja Katolik Dibuka

Jumat , 29 Mei 2020 | 06:05
Keuskupan Semarang Belum Izinkan Gereja Katolik Dibuka
Sumber Foto dok/Cnnindonesia.com
Ilustrasi gereja Katolik di Semarang, Jawa Tengah.

SEMARANG - Keuskupan Agung Semarang (KAS) belum mengizinkan gereja Katolik di Jawa Tengah serta Yogyakarta untuk kembali beroperasi, dan memperpanjang masa darurat peribadatan mulai 1 Juni hingga waktu yang tidak ditentukan.

Hal itu disampaikan melalui surat edaran Keuskupan Agung Semarang bernomor 0451/A/X/20-24 tertanggal 25 Mei 2020 yang ditandatangani langsung oleh Uskup Agung Semarang, Monsinyur Robertus Rubyatmoko.

Keputusan KAS memperpanjang masa darurat peribadatan diambil karena belum adanya keputusan resmi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang menyatakan kapan wabah Covid-19 berakhir.

"Kami belum tahu kapan situasi dan kondisi ini akan selesai. Pemerintah juga belum mengeluarkan pernyataan resmi dan definitif tentang kapan masa tanggap darurat wabah corona diakhiri", kata Robertus kepada cnnindonesia.com, Kamis (28/5/2020).

Bila pemerintah menyatakan tanggap darurat corona berakhir, KAS menyebut akan memberikan izin gereja Katolik kembali dibuka untuk kegiatan ibadah umum.

Selama gereja belum diizinkan dibuka, umat diminta tetap mengikuti kegiatan ibadah secara online atau live streaming."Soal new normal, kami belum bisa memberikan pernyataan karena belum melihat panduan dan aturan dari Pemerintah," kata Romo Ruby.

Selama masa pandemi tanggap darurat sejak Februari lalu, pihak KAS mengimbau umat Katolik untuk menjalankan protokol kesehatan Covid-19 seperti selalu memakai masker, menjaga jarak, selalu cuci tangan dengan sabun hingga mengkonsumsi makanan bergizi dan vitamin yang cukup.(*)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load