Muhadjir Sesalkan Pemerintah Daerah Izinkan Gelar Shalat Id

Sabtu , 23 Mei 2020 | 12:50
Muhadjir Sesalkan Pemerintah Daerah Izinkan Gelar Shalat Id
Sumber Foto dok/ist
Menko PMK Muhadjir Effendy

 

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyesalkan masih ada kepala daerah yang mengizinkan warganya menggelar Shalat Id di masjid atau lapangan saat perayaan Idul Fitri pada Minggu (24/5/2020).

"Itu keputusan yang sangat disayangkan," kata Muhadjir melalui pesan singkat kepada cnnindonesia.com, Sabtu (23/5/2020).

Muhadjir tidak bisa memastikan soal sanksi atau teguran yang bisa diberikan kepada para kepala daerah itu. Mengingat Pemerintah Pusat sendiri telah memutuskan untuk melarang kegiatan Shalat Id baik di mesjid maupun di lapangan.

Sebaliknya, Shalat Id bisa dilakukan di rumah bersama keluarga inti. Hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19.

Muhadjir hanya mengatakan pemerintah daerah bertanggung jawab mematuhi perintah dari pemerintah pusat berkaitan dengan anjuran larangan Shalat Id di masjid atau di lapangan itu.

"Berdasar surat keputusan Menteri Kesehatan bahwa Shalat Id yang melibatkan kerumunan massa termasuk kegiatan keagamaan tidak dianjurkan. Pemerintah daerah bertanggung jawab dalam penerapan keputusan tersebut," katanya.

Sejumlah wilayah memang telah menaati larangan Shalat Id di masjid dan lapangan selama masa pandemi ini. Namun ada beberapa wilayah yang justru memperbolehkan warganya menggelar Shalat Id di masjid atau lapangan.

Berdasarkan sejumlah informasi, daerah-daerah itu adalah Kota Bekasi, Karanganyar, dan Kudus. Sejumlah kota itu sejak dua hari lalu diinformasikan masih mengizinkan warganya menggelar Shalat Id di Masjid meski dengan protokol kesehatan Covid-19.(*)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load