Ponikem Kembalikan Bantuan Karena Masih Ada yang Lebih Membutuhkan

Senin , 18 Mei 2020 | 09:10
Ponikem Kembalikan Bantuan Karena Masih Ada yang Lebih Membutuhkan
Sumber Foto dok/Diskominfo Kulon Progo
Seorang warga Desa Krembangan, Kecamatan Panjantan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Ponikem, 50 tahun mengembalikan bantuan sosial tunai.

KULON PROGO - Ponikem (50) bukan siapa-siapa. Ia hanya satu dari sekian banyak warga di Desa Krembangan, Kecamatan Panjantan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ia mengembalikan Bantuan Sosial Tunai (BST) sebesar Rp600.000 kepada pemerintah karena merasa masih banyak orang lain di kampungnya yang lebih berhak mendapatkan bantuan itu.

"Ada tetangganya yang lebih merasa berhak atas bantuan itu. Kemudian saya kembalikan bantuan yang telah saya terima supaya dialihkan ke tetangga yang lebih membutuhkan," kata Ponikem merendah, Senin (18/5/2020).

Ia mengatakan, dirinya merasa bahwa kehidupannya sudah cukup tercukupi dengan ditopang oleh dua orang anaknya yang sudah mandiri semua.

Dia lalu menunjuk tetangganya yang bernama Tuginem yang berprofesi sebagai seorang petani."Tuginem jauh lebih membutuhkan dari pada saya. Jadi saya menyerahkan bantuan tersebut kepada Tuginem,” katanya.

Sebagai cacatan saja. Di Kecamatan Panjatan dengan 10 desa disalurkan BST sebanyak 2.351 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Berdasarkan hasil pantauan di Kecamatan Panjatan, penyaluran BST berjalan cukup baik dan tertib serta menjalankan protokol pencegahan penularan Covid-19.

Bupati Kulon Progo, Sutedjo, sangat mengapresiasi tindakan Ponikem. Ia berharap, hal itu bisa menjadi contoh bagi warga Kulon Progo untuk mencontoh perbuatan ini. Ia berpesan bagi warga yang merasa mampu tapi masih menerima bantuan tersebut, diharapkan dapat mengikuti langkah Ponikem tersebut.

“Tentunya hal ini bisa menjadi teladan bagi masyarakat Kulon Progo dan warga lain, bagi yang merasa cukup tapi dapat bantuan dapat memberikannya kepada warga lain yang sangat membutuhkanya,” kata Sutedjo seperti dilansir Antara

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kulon Progo, Iriyanta mengatakan secara prosedur hal tersebut tidak menyalahi aturan karena secara "by name by address" yang menerima adalah Ponikem, meskipun dengan kerelaan kemudian diserahkan kepada Tuginem.

“Sebab secara administrasi tidak dapat diubah, karena akan memerlukan waktu yang lama, saya sudah komunikasi dengan Kantor Pos selaku pihak penyalur bahwa tindakan tersebut sah-sah saja,” katanya.

Penyaluran BST lewat Kantor Pos yang dilakukan dengan mendatangi setiap kalurahan sudah selesai di delapan Kecamatan, yaitu Wates, Girimulyo, Kalibawang, Nanggulan, Temon, Kokap, Galur dan Panjatan. Sedangkan sisanya, akan disalurkan pada Senin (18/5/2020) ini sampai Kamis (21/5/2020) yakni di Kapanewon Pengasih, Sentolo, Samigaluh dan Lendah.

Ponikem hanya perempuan biasa dari Desa Krembangan, Kecamatan Panjantan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun, dia menjadi sangat luar biasa karena tindakan mulia itu. Hatinya tersentuh dan tergerak untuk Tugimen, seorang petani tetangganya yang lebih berhak mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST).

Sikap Ponikem itu seakan menohok mereka yang tiba-tiba di masa pendemi virus corona berubah menjadi seakan-akan "miskin" padahal mereka kaya: berkantong tebal. Rumah mentereng. Ada mobil pula. 

Ponikem orang dusun itu sungguh berhati emas. Ia ibarat mutiara kecil tetapi cahayanya luar biasa. Ternyata masih terselip orang-orang luar biasa di tengah pandemi virus corona.(E-2)


KOMENTAR

End of content

No more pages to load