Sosok Derek Manangka di Mata Bamsoet

Sabtu , 26 Mei 2018 | 18:20
Sosok Derek Manangka di Mata Bamsoet
Sumber Foto satryo yudhantoko
Ketua DPR Bambang Soesatyo ketika melawat jenazah Derek Manangka di Rumah Duka RS Fatmawati.

JAKARTA – Sosok Derek Manangka adalah seorang wartawan senior tegas dalam mendidik adik-adik juniornya di lapangan. Salah satunya yang pernah mengalami adalah Bambang Soesatyo yang kini Ketua DPR.

Bambang yang biasa disapa Bamsoet pernah dididik langsung oleh Derek Manangka, wartawan yang kaya sejuta pengalaman jurnalistik. Kini semua kenangan itu telah menjadi memori yang selalu diingat Bamsoet.

Salah satu kenangan yang Bamsoet ingat hingga kini disaat beritanya dirobek-robek oleh almarhum Derek Manangka yang saat itu menjadi Redaktur Pelaksana Harian Prioritas.

"Dia memang sebagai redaktur orangnya keras. Kita ini dulu wartawan-wartawan bimbingannya, kan masih pakakai mesin ketik. Kertas kadangkala belum dibaca udah robek-robek. Itu cara dia mendidik kita," katanya ketika ditemui wartawan di Rumah Duka RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Sabtu (26/5/18) sore.

Kenangan lain yang paling berkesannya itu, Bamsoet lanjutkan dalam cerita percakapan antara dirinya dan almarhum Derek Manangka "Pada saat itu dia (Derek Manangka-red) bilang, 'Apaan nih berita!' Dibaca pun enggak sama dia udah disobek. Terus kita buat lagi, kerja keras lagi, dibaca lagi. Sampai kemudian tulisan saya dimuat, pagi-pagi waktu itu, 'lu baca tulisan lu yang kemaren, ini hasil tulisan lu yang udah gua edit udah terbit, lupelajarin, mendidiknya tinggi dia," ujarnya.

Meskipun keras, Bamsoet menilai sosok Derek Managka merupakan sosok yang baik. Dia marah, sekali rapat gebrak meja, banting meja, keras orangnya. Ia juga mengaku pernah diusir. "Rapat jam 8 telat satu menit, setengah menit, ga boleh ikut," dia mengungkapkan.

Tidak sampai di situ, Bamsoet kembali bercerita kenangan paling berkesannya bersama almarhum Derek. Saat itu dirinya diberikan tugas oleh almarhum untuk mengejar menteri bidang ekonomi yang saat itu kondisi ekonomi saat itu diisukan dalam keadaan lampu kuning.

"Begitu juga ketika beliau sudah punya planning sudah punya judul, "Indonesia Lampu Kuning". Itu saya ditugasin konfirmasi menteri-menteri bidang ekonomi yang lagi rapat di Lapangan Banteng. Saya uber ke sana satu pun ga ada yang bicara," ceritanya sambil tersenyum.

Kemudian ia melanjutkan, "Hingga akhirnya nanti nongkrong di WC. Nah keluarlah Yoop Ave (Menteri Pariwisata) abis buang air berdua, ngobrol. Pak benar tuh udah lampu kuning ekonomi kita? Ya itu yang sedang kita bicarakan”. Langsung telepon, “Bang Derek benar. Udah itu aja. Mereka lagi bicarakan di dalam”.

Cendana waktu itu marah karena berita itu dan Prioritas pun dibredel.”Itu yang paling berkesan," tuturnya.

Banyak sekali kenangan yang pernah dialami Bamsoet dengan almarhum Derek Manangka. Hingga yang paling terakhir, tiga hari yang lalu (almarhum Derek) datang ke DPR bertemu."Bang Derek belakangan memang intens membantu saya di Bamsoet Center dan juga lagi nyiapin buku "Dari Jalanan ke Senayan". Itu buku saya. Itu sebetulnya mau dibukukan tanggal 30 tetapi karena beliau bilang nggak keuber. Kita uber dihabis lebaran. Tapi karena sakit yang dideritanya, almarhum lebih dulu meninggalkan kita," kata politisi Partai Golkar ini.(ryo)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load