Evakuasi WNI di Kapal Pesiar World Dream Akan Didahulukan

Rabu , 26 Februari 2020 | 14:54
 Evakuasi WNI di Kapal Pesiar  World Dream Akan Didahulukan
Sumber Foto Okezone.com
Presiden joko Widodo menjawab pertanyaan pers

JAKARTA--Pemerintah akan terlebih dahulu mengevakuasi 188 WNI yang ada di kapal pesiar World Dream karena jumlahnya lebih banyak dan lebih dekat dibandingkan ABK di kapal pesiar dalam waktu dekat dibandingkan Diamond Princess. 

"Jadi kita ini dapat dua hal yang harus diselesaikan secara bersamaan, yaitu ABK yang ada di World Dream dan Diamond Princess. Kemarin setelah rapat beberapa kali sudah kita putuskan yang di World Dream dulu. Jumlahnya lebih banyak yaitu 188 orang yang itu juga berada di deket kita. Sehingga kita putuskan segera dijemput oleh KRI Soeroso. Dibawa ke mana? Akhirnya diputuskan ke Pulau Sebaru, Kep. Seribu, karena kesiapannya lebih baik," jelas Presiden Joko Widodo di Jakarta Convention Center,  Rabu (26/2/2020).

Mengenai evakuasi ABK di kapal pesiar Diamond Princess, Kepala Negara menjelaskan, bahwa pihaknya masih terus melakukan negosiasi dengan pemerintah Jepang, sehingga tidak dapat memberi keputusan secara tergesa-gesa.  "Karena ini juga masih negosiasi dengan pemerintah Jepang," jelas Presiden singkat. 

Tak lupa Jokowi juga mengingatkan kepada para menteri terkait untuk terus mengkalkulasi sejumlah perhitungan, termasuk diantaranya memperhitungkan keselamatan 267 juta penduduk Indonesia.  "Karena masalahnya ini (virus Corona) sudah menjalar ke banyak negara. Awalnya Tiongok, kemudian Korea juga, di Jepang, Iran, Italia. Semua keputusan harus hati-hati, tidak boleh tergesa-gesa. Kita punya 267 juta penduduk RI yang harus dikalkulasi. saya pesan ke menteri, ke menko, hati-hati mengkalkulasi," pungkas Presiden. 

Pemerintah terus menyempurnakan kesiapan rencana evakuasi WNI yang ada di kapal pesiar World Dream dan Diamond Princess, dengan dua opsi skenario. Evakuasi dapat dilakukan melalui jalur laut dengan menggunakan KRI Soeroso atau Kapal Rumah Sakit dan juga melalui udara dengan menggunakan satu pesawat Garuda. 



Sumber Berita:rri.go.id
KOMENTAR

End of content

No more pages to load