WNI dari Wuhan Dilepas dengan Acara Adat Melayu

Sabtu , 15 Februari 2020 | 09:55
WNI dari Wuhan Dilepas dengan Acara Adat Melayu
Sumber Foto antarafoto
Bupati Natuna Hamid Rizal.

BATAM - Warga Negara Indonesia dari Wuhan yang akan menyelesaikan masa observasi 14 hari di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, akan dilepas dengan acara adat.

"Nanti dari lembaga adat, akan ada doa selamat tepung tawar," kata Bupati Natuna Kepulauan Riau Hamid Rizal di sela persiapan pemulangan WNI dari Wuhan di Natuna, Sabtu (15/2/2020).

Upacara tepung tawar biasanya diadakan saat menerima tamu yang baru datang. Adat tepung tawar mengenakan daun khusus dan air putih."Diletakkan di kendi, tangan masuk dalam. Habis itu sama-sama berdoa," tuturnya.

Doa yang akan disampaikan agar para WNI dari Wuhan bisa selamat, sehat sampai ke daerah asalnya masing-masing."Ini menunjukkan bahwa warga kita selamat sampai ke sini dan pulang, itu adat kami," katanya seperti dilansir Antara.

Namum, ia belum memastikan kapan dan dimana upacara adat itu bisa dilaksanakan karena secara protokol kesehatan, masa karantina WNI dari Wuhan berakhir Sabtu pukul 12.00 WIB."Lihat protokol sini, bagaimana pengaturannya. Kita tidak bisa gegabah," dia menambahkan.

Sementara ituu, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo berangkat dari Jakarta untuk menjemput warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China yang diobservasi di Kepulauan Natuna, Riau.

"Hari ini hari yang berbahagia jadi kita semua sampai detik ini laporannya semua sehat. Jadi pada hari ini pukul 12.00 tanggal 15 Februari tepat waktu 14 hari masa observasi seperti yang ditentukan oleh WHO," kata Menkes Terawan ketika ditemui sebelum berangkat ke Kepulauan Natuna dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu pagi.(*)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load