Jokowi Targetkan Renovasi Masjid Istiqlal Rampung April 2020

Jumat , 07 Februari 2020 | 11:25
Jokowi Targetkan Renovasi Masjid Istiqlal Rampung April 2020
Sumber Foto antarafoto
Presiden Jokowi saat meninjau proses renovasi Masjid Istiqlal di Jakarta, Jumat (7/2/2020).

JAKARTA - Presiden Jokowi menargetkan proses renovasi masjid terbesar di Asia Tenggara, Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat selesai pada April 2020.

Saat meninjau proses renovasi Masjid Istiqlal di Jakarta, Jumat (7/2/2020) pagi, Presiden Jokowi mengharapkan Masjid Istiqlal, dengan desain dan konstruksi yang baru pasca-renovasi, dapat dimanfaatkan umat Muslim untuk shalat tarawih berjamaah pada Ramadhan tahun ini.

"Bulan empat Insya Allah sudah selesai semua," ujar Jokowi.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam peninjauan itu adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agama Fachrul Razi, dan Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Kepala Negara mengatakan total anggaran yang disiapkan untuk merenovasi Masjid Istiqlal sebesar Rp475 miliar. Renovasi sudah berjalan sejak Mei 2019.

Pemerintah, melalui Kementerian PUPR merenovasi bagian-bagian Masjid Istiqlal seperti desain eksterior, interior, lahan parkir, kondisi lantai, termasuk perbaikan kondisi sungai yang melintasi kawasan Istiqlal.

Selain itu, kata Jokowi, fasilitas di dalam masjid juga diperbaiki seperti peningkatan kualitas tata suara, cahaya, dan udara. Hal itu diharapkan dapat memberikan kenyamanan saat beribadah.

"Anggaran itu dipakai untuk memperbaiki, memoles lantai, mengganti karpet, pencahayaan, tata suara, semuanya. Menambah 'basement' yang di depan, parkirnya ditambah. Juga pembangunan 'landscape' di luar, bukan hanya interior, eskterior semuanya dibangun," ujar Jokowi.

Selain itu, kata Jokowi, proses renovasi juga memperhatikan status bangunan Istiqlal sebagai situs warisan (heritage)."Ini adalah warisan pusaka sehingga pengerjaannya harus hati-hati, tidak boleh merusak," katanya.

Kepala Negara juga menyetujui usulan untuk membangun terowongan bawah tanah dari Masjid Istiqlal ke Gereja Katedral, Jakarta Pusat, guna mempermudah silaturahim antarumat beragama.

"Ini menjadi sebuah terowongan silaturahmi. Jadi tidak kelihatan berseberangan, tapi silaturahmi," ia menambahkan.(ant)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load