Prof Reini Wirahadikusumah Resmi Menjadi Rektor ITB

Senin , 20 Januari 2020 | 13:48
Prof Reini Wirahadikusumah Resmi Menjadi Rektor ITB
Sumber Foto antarafoto
Prof Reini Wirahadikusumah PhD resmi dilantik sebagai Rektor ITB periode 2020-2025 menggantikan Prof Kadarsah Suryadi.

BANDUNG - Prof Reini Wirahadikusumah, PhD dilantik sebagai Rektor ITB periode 2020-2025 menggantikan Prof Kadarsah Suryadi.

Pelantikan digelar dalam Sidang Terbuka Majelis Wali Amanat ITB yang dipimpin oleh Letua MWA ITB Yani Panigoro di Aula Barat ITB, Senin (20/1/2020) dan dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil.

Dalam pidatonya, Reini menyampaikan terima kasih kepada Majelis Wali Amanah, Senat Akademik, dan seluruh civitas akademika ITB, atas amanah yang diembankan kepadanya."Saya akan menjalankan amanah yang sangat berharga tersebut dengan terus menerus memberikan kinerja terbaik, dengan segenap kerendahan dan ketulusan hati, dedikasi, integritas dan optimisme," katanya.

Dia juga menyampaikan berbagai capaian yang telah diraih ITB di masa kepemimpinan Prof Kadarsah Suryadi adalah modal yang penting bagi seluruh civitas akademik kampus tersebut untuk melangkah ke depan.

Dia mengatakam selaras dengan harapan masyarakat dan bangsa Indonesia serta seluruh civitas akademik ITB, Senat Akademik ITB telah menyusun Rencana Induk Pengembangan ITB 2020-2025, yang memberikan arah bagi pengembangan untuk mewujudkan "a Globally Respected and Locally Relevant University."

Hingga saat ini, kata dia, sangat banyak capaian yang telah diraih dalam masa kepemimpinan terdahulu dan untuk ke depan perubahan-perubahan yang cepat dari lingkungan, baik nasional maupun global harus terus-menerus diantisipasi dan direspons secara kritis, kreatif, inovatif, berintegritas dan berkedaulatan."Sebagai organisasi, ITB harus senantiasa menjadi learning organization dan bersifat adaptif," katanya.

Setelah hampir seratus tahun berkontribusi bagi bangsa, lanjut Reini, kini sudah saatnya ITB memulai kembali membangun kekuatan untuk menjawab tantangan perubahan dan menyusun strategi transformasi untuk seratus tahun yang akan datang.

Adapun langkah-langkah transformasi yang akan ditempuh adalah untuk mewujudkan sosok ITB 2025 dengan ciri-ciri utama, seperti Sistem Tridharma yang memfasilitasi seluruh komponen civitas akademika untuk memberikan kinerja terbaiknya.

Kemudian Institusi yang memiliki reputasi kebangsaan, memberikan solusi terhadap masalah bangsa, dan dapat senantiasa menjaga dan meningkatkan martabat bangsa dan ketiga, institusi dengan reputasi akademik yang terpandang dan setara dengan mitra-mitra internasional.

Keempat, lulusan ITB berkualitas internasional, berkarakter nasionalis dan cinta NKRI, berperan di berbagai tingkatan pekerjaan, memiliki sikap inisiatif dan inovatif, kepeloporan, kolaboratif dan berintegritas dan keberlanjutan regenerasi kepemimpinan ITB yang senantiasa mampu bertransformasi.

Langkah-Iangkah transformasi, katanya, perlu dimulai dari pondasi, dan secara bertahap bergerak ke bagian-bagian yang Iainnya dan setiap insan ITB memiliki peranan yang berarti dalam transformasi tersebut.

Menurut dia, pada prinsipnya, Strategi Pencapaian Wujud ITB 2025 tersebut meliputi Iima Iangkah, yakni yang pertama adalah penataan struktur organisasi agar mampu bergerak dengan gesit (agile), adaptif dan efisien, pengelolaan segenap potensi insani sebagai human capital untuk mendorong diraihnya capaian-capaian yang terbaik dan pemanfaatan Sistem lnformasi Manajemen mengikuti best practices untuk mendukung fungsi organisasi dan kinerja insani.

Langkah yang kedua adalah peningkatan pendapatan melalui cara-cara yang kreatif dan inovatif dengan penekanan pada berbagai kegiatan yang relevan dengan implememasi transformasi.

Langkahyang ke tiga adalah adopsi Paradigma Pendidikan 4.0 dan di sini esensinya adalah konektivitas dalam pembelajaran, perluasan pengalaman belajar sehingga lebih borderless, dengan disertai penguatan kemampuan mahasiswa dalam critical thinking, complexity, non-Iinear thinking, interdisciplinary thinking, independent learning dan collective learning.

Kemudian langkah yang keempat adalah penguatan sistem, atau ekosistem inovasi ITB, dengan pondasi budaya ilmiah yang unggul.

Berkaitan dengan hal ini, perumusan agenda riset unggulan perlu dipertajam dengan pendekatan lintas atau trans-disiplin, agar lebih mampu merespon kepentingan nasional dan dinamika ilmu pengetahuan global."Kata kuncinya di sini adalah perluasan academicfreedom, demi mewujudkan added-values yang tinggi," ujarnya.

Langkah yang kelima dan tidak kurang panting dari kesemua Iangkah lainnya, kata dia, adalah manajemen perubahan dan partisipasi dari seluruh elemen lTB merupakan hal yang penting dalam transformasi ITB.

"Antusiasme dan komitmen bersama adalah hal yang utama. Visi, tujuan dan sasaran capaian transformasi perlu di-share kepada segenap dosen dan tenaga kependidikan. Untuk ini, komunikasi perlu terus-menerus dipelihara, dikembangkan dan diperluas. Rektor dan segenap jajaran pimpinan ITB perlu bertindak atas dasar pemahaman yang memadai mengenai budaya dan tradisi kampus," dia menambahkan.(ant)

KOMENTAR

End of content

No more pages to load