• Selasa, 31 Januari 2023

Presiden Jokowi Menegaskan di Indonesia Tidak Ada Resesi Seks

- Rabu, 25 Januari 2023 | 12:33 WIB
Presiden Jokowi memberikan keterangan pers usai menghadiri Rakernas bertajuk Strategi Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana serta Program Percepatan Penurunan Stunting di Jakarta, Kamis (25/1/2023) (Antara/Indra Arief Pribadi)
Presiden Jokowi memberikan keterangan pers usai menghadiri Rakernas bertajuk Strategi Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana serta Program Percepatan Penurunan Stunting di Jakarta, Kamis (25/1/2023) (Antara/Indra Arief Pribadi)


SINAR HARAPAN - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan tidak ada resesi seks di Indonesia, yang terlihat dari persentase terkini terkait angka kelahiran sebesar 2,1 anak per perempuan.

"Saya senang angka yang disebut Pak Hasto (Kepala BKKBN), pertumbuhan kita di 2,1 kelahiran. Yang menikah 2 juta, yang hamil 4,8 juta. Artinya, di Indonesia enggak ada resesi seks," kata Presiden Jokowi dalam Rakernas Strategi Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana serta Program Percepatan Penurunan Stunting di Jakarta, Rabu 25 Januari 2023.

Menurut Presiden Jokowi, jumlah penduduk menjadi kekuatan ekonomi suatu negara. Namun, Jokowi juga menekankan pentingnya menjaga kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Baca Juga: Menkes Budi Gunadi Sadikin Sebut Angka Kasus Stunting Turun Menjadi 21,6 Persen pada Tahun 2022

Karena itu, kata Jokowi, asupan gizi bagi ibu hamil, bayi, dan anak-anak perlu diperhatikan.

Dia menuturkan bahwa ibu hamil, bayi, dan anak-anak harus diberikan asupan protein yang cukup, seperti ikan, telur dan daging.

“Yang paling penting memang kualitas. Bayi atau ibu hamil harus diberi protein, diberikan ikan, diberi telur,” ujarnya.

Baca Juga: Ini Komentar Presiden Jokowi soal Kasus Ibu Berikan Kopi Susu Instan Kepada Bayi

Presiden mengingatkan agar bayi dan anak-anak tidak diberi asupan yang tidak semestinya. Jokowi juga meminta agar kader BKKBN dan Posyandu meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat.

Presiden menyinggung kasus seorang ibu yang memberikan kopi susu instan kepada bayinya.

“Hati-hati mengenai ini. Maka dari itu, sekali lagi yang namanya penyuluhan penting. Kata ibunya kopi susu sachet ini bermanfaat, karena ada susunya. Hati-hati pada anak, ginjal, jantung itu belum kuat,” kata Presiden Jokowi.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

X