• Selasa, 31 Januari 2023

Haedar: Kampus Jangan Jadi Menara Gading, Harus Membumi dan Pahami Dinamika Masyarakat

Banjar Chaeruddin
- Minggu, 22 Januari 2023 | 17:08 WIB

Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir (Dok/Ist)

SINAR HARAPAN--Meruntuhkan "menara gading" kampus menjadi salah satu pembahasan yang kini terus digaungkan oleh berbagai pihak sebagai upaya mempercepat perubahan di masyarakat serta meningkatkan peran kampus dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

Saat ini, kampus seakan menjadi lembaga yang terpisahkan dari masyarakat, berdiri dengan sangat megah dan gagah tanpa mempedulikan permasalahan dan perubahan yang terjadi di masyarakat.

Sehingga, saat mahasiswa atau peserta didik harus kembali ke masyarakat, tidak sedikit yang gagap dalam menyikapi berbagai persoalan dan perubahan.

Kampus seakan hanya menjadi pencetak galar-gelar akademik, namun minim kemampuan yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat.

Kondisi tersebut membuat alumni kampus banyak yang kurang cepat dalam menyikapi gelombang perubahan zaman, baik itu teknologi dan sosial di masyarakat, yang berdampak pada kurangnya kemampuan dalam berperan menyelesaikan berbagai persoalan.

"Kampus jangan hanya menjadi menara gading, tetapi harus membumi dan mampu menjadi bagian dari perubahan dan solusi dari permasalahan yang terjadi di masyarakat," kata Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, saat memberikan sambutan pada pelantikan Rektor Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), Dr H Muhammad  Yusuf pada Selasa, 17 Januari 2023.

Menyikapi hal tersebut, Perguruan Tinggi Muhammadiyah terus didorong untuk bisa menyikapi berbagai perubahan tersebut, antara lain dengan mengakselerasi rasio dosen bergelar doktor.

Selain itu, juga membangun kekuatan sistem pendidikan yang kokoh, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Membangun sistem ini menjadi salah satu prioritas yang terus dikembangkan Muhammadiyah, karena hanya sistem yang bisa abadi, bahkan keabadiannya berlaku hingga satu hari sebelum kiamat.

Kampus juga harus terus memperkuat dan mengembangkan riset terhadap berbagai persoalan dan perubahan yang terjadi di masyarakat.

Seluruh riset yang dilakukan kampus, harus terkoneksi dengan tri dharma perguruan tinggi, salah satunya adalah pengabdian masyarakat, yang menjadi salah satu komponen penting bagi mahasiswa untuk bisa terlibat langsung dalam setiap perubahan yang terjadi di masyarakat.

Program pengabdian masyarakat ini, menjadi salah satu awal dan upaya untuk "meruntuhkan menara gading" kampus yang hingga kini masih terjadi di beberapa kampus di Indonesia.

Dalam rangka mencerdaskan bangsa, pendidikan Indonesia harus punya dasar nilai iman dan takwa dan membangun akhlak mulia, sebagai usaha mencerdaskan secara holistik, bukan hanya berorientasi pada aspek kepandaian dan penguasaan iptek.

Karena itu, orientasi pendidikan tinggi tidak boleh lagi hanya untuk tujuan jangka pendek, sehingga seolah-olah pendidikan hanya menjadi "pabrikasi" mahasiswa untuk mengisi posisi di pabrik-pabrik. Pendidikan tinggi haruslah berorientasi pada jangka panjang yang mampu meningkatkan peradaban dan kesejahteraan manusia.
SDM Unggul

Pwemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mendorong perguruan tinggi di daerahnya terus meningkatkan dan mengoptimalkan perannya sebagai pusat unggulan.

Perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai pusat unggulan dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.

Pemerintah dan perguruan tinggi, harus mampu menyatukan gerak langkah serta terus berbenah diri untuk menjadi sebuah perguruan tinggi yang berkualitas dan memiliki daya saing global.

Keduanya, secara berkesinambungan dan berkala juga harus terus melakukan konsolidasi dan komunikasi dalam membangun komitmen yang mampu mengakomodir kepentingan bersama.

Pemerintah Provinsi berjuluk "Bumi Tambun Bungai, Bumi Pancasila" ini pun memosisikan kampus tersebut maupun perguruan tinggi lainnya di provinsi setempat dalam hubungan sinergis dengan pemerintah daerah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas unggul serta berdaya saing.

Karena itu, semua perguruan tinggi di Kalimantan Tengah dituntut memperteguh dan merekonstruksi prinsip tri dharma perguruan tinggi serta terus mengembangkan diri maupun mengantisipasi tantangan ke depan.

Tak terkecuali dalam upaya membangun tata kelola dan manajemen perguruan tinggi yang sehat, transparan, dan akuntabel, karena hal ini menjadi kunci utama untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul.

Rektor Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Dr Muhammad Yusuf beserta jajaran berupaya bekerja secara optimal memajukan perguruan tinggi itu serta meningkatkan partisipasi kampus itu dalam penyiapan generasi penerus berdaya saing dan berkualitas di masa mendatang.

Ke depan kampus itu juga siap hadir dan berkontribusi dalam pembangunan, sekaligus menjadi ataupun menyiapkan solusi dalam setiap tantangan yang dihadapi ke depannya.

Dalam menjalankan tugas negara di bidang pendidikan tinggi, kampus itu menjalankan inovasi dan kreasi yang disebut dengan kolaborasi mahasiswa dan dosen. Program itu sebagai implementasi program Kampus Merdeka, Merdeka Belajar yang digulirkan oleh Kemendikbud Ristek RI.

Maka, kampus itu menerapkan pola kolaborasi, yang mana mahasiswa menjadi poin paling utama dan dosen yang mengawal pengembangan sumber daya dan kemampuan mahasiswa.

Kampus tersebut juga menjalin komunikasi dan koordinasi dengan para alumni, sehingga usai mahasiswa lulus kuliah akan tetap menjadi bagian keluarga universitas yang tidak terpisahkan.

Bahkan, pada lulusan juga menjadi prioritas mendapatkan peluang kerja di universitas. Para alumni juga mendapat prioritas di amal usaha organisasi kemasyarakatan Islam itu di Kalimantan Tengah.

Untuk menjamin kualitas sumber daya lulusan yang ada. Pihaknya akan fokus pada penguatan kemampuan, keterampilan dan percaya diri serta siap berkompetisi dalam merebut peluang kerja.

Caranya meningkatkan kolaborasi kampus di Palangkaraya itu dengan pemerintah dan masyarakat. Mahasiswa masuk semua di tengah dinamika kehidupan sosial dan masyarakat.

Mereka yang terlibat itu disebut sebagai mahasiswa relawan. Semua mahasiswa adalah relawan. Di kampus ada dua unsur penting, yakni dosen selalu peneliti sekaligus pembimbing dan mahasiswa sebagai calon peneliti yang mendapatkan pendampingan.

Aktivitas perkuliahan yang dilaksanakan tidak hanya berada di ruang kelas, berpendingin udara dan berlantai keramik, tetapi sampai aktif melaksanakan praktik di lapangan.

Misal mahasiswa pertanian membicarakan tanaman tumbuh di tanah, maka dosen dan mahasiswa juga menerapkan dan membandingkan teori yang dipelajari dengan praktik pertanian yang sesungguhnya.

Untuk itu, salah satu program utama kampus tersebut saat ini adalah mengembangkan laboratorium alam sebagai sarana penelitian keilmuan pasti atau eksakta.

Sementara untuk laboratorium sosial, selama ini kampus itu memanfaatkan dinamika sosial kemasyarakatan sebagai bahan mengembangkan data analisis dan keilmuan melalui praktik di lapangan.

Di antara yang telah dilakukan pada tahapan ini adalah mengirimkan mahasiswa untuk magang di lingkungan kantor pemerintahan, melakukan kajian dan analisis kebijakan terhadap dinamika sosial hingga mendukung langsung pemerintah dalam mengatasi bencana.

Dengan demikian, maka lulusan kampus tersebut memiliki kemampuan dalam menganalisis dan mengambil keputusan cepat. Kecakapan ini yang paling dibutuhkan dalam menghadapi kompetensi terbuka usai lulus kuliah.

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X