Musibah Terjadi Beruntun, Pemkab Pati Tetapkan Darurat Bencana

- Senin, 5 Desember 2022 | 17:06 WIB

Rumah semi permanen di Desa Pundenrejo, Tayu, Pati, ambruk setelah diterjang angin puting beliung siang kemarin. (CAMAT TAYU FOR RADAR KUDUS)

SINAR HARAPAN--Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul terjadinya bencana alam, mulai dari banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang hingga menimbulkan korban jiwa.

"Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan BPBD dan Forkopimda, serta setelah BPBD dan BNPB melakukan evaluasi di lapangan, bencana banjir di Pati sudah sangat memungkinkan untuk ditetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari mulai tanggal 1 Desember 2022," kata Penjabat Bupati Pati Henggar Budi Anggoro di Pati, Senin.

Kepala Pelaksana harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetyo menambahkan sebelumnya memang terjadi bencana tanah longsor, banjir bandang dan angin kencang pada 30 November 2022, sehingga kepala daerah diberi masukan kemudian ada penetapan status darurat bencana.

Dengan adanya penetapan status tersebut, maka penanganan kedaruratan bencana yang terjadi sebelumnya bisa melibatkan semua sektor, tidak lagi parsial karena nanti di bawah satu komando di BPBD.

Langkah BPBD Pati setelah terjadi bencana, kata Budi, yaitu di antaranya, menyiapkan tempat pengungsi terpusat, pendirian dapur umum untuk pemenuhan kebutuhan dasar, pelayanan kesehatan dan droping air bersih. Hanya saja, upayanya masih dilakukan secara parsial sedangkan nantinya bisa lebih teratur. 

Banjir

Dilaporkan sebelumnya, banjir melanda wilayah Pati, Jawa Tengah. Bebberapa desa masih kebanjiran sejak beberapa hari lalu.

Dikutip dari detikJateng di lokasi, hingga Minggu banjir masih menggenangi puluhan rumah di Desa Mintobasuki. Ketinggian air bervariasi mulai 30 sentimeter sampai 50 sentimeter.

Rumah warga yang lantainya rendah tampak masih terendam banjir. Jalan desa tampak masih terendam banjir dengan ketinggian 30 sentimeter. Meski demikian akses jalan sudah mulai bisa dilalui dengan kendaraan.

Salah satu warga, Lastari (56) mengatakan banjir yang di desanya sudah berlangsung lima hari. Ketinggian banjir berangsur surut.

"Ini sudah lima hari, kondisi air sudah surut, surut 50 sentimeter. Sebelumnya ketinggian 1 meter di dalam rumah," jelas Lastari kepada detikJateng saat ditemui di lokasi, Minggu (4/12/2022).

Lastari mengatakan banjir di desanya biasanya memang berlangsung lama. Bahkan rumahnya pernah terkena banjir selama tiga bulan pada tahun 2020 lalu.

Warga lainnya, Prapto (38) mengatakan banjir di desanya bersifat seperti rawa. Disebutkan genangan banjir perlahan surut. Itupun kata dia jika tidak ada kiriman air dari wilayah selatan dan turun hujan lagi.

"Di sini banjir sifatnya seperti rawa, jadi surutnya agak lama. Ini sudah lima hari banjir lumayan surut. Kemarin di jalan tidak bisa dilewati sekarang sudah bisa dilewati sepeda motor," jelas Prapto ditemui di lokasi siang ini.

Dari data yang BPBD Pati ada tiga kecamatan yang masih terkena banjir, meliputi Gabus, Jakenan, dan Juwana.

Puting beliung

Bencana akibat angin puting beliung juga menerjang wilayah Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, beberapa hari lalu.

Terdapat lima desa di kecamatan Tayu dan satu desa di kecamatan Dukuhseti yang terdampak bencana angin puting beliung tersebut. Sejumlah rumah dilaporkan mengalami kerusakan baik sedang, ringan maupun berat.

Lima desa yang diterjang angin puting beliung itu adalah Desa Dororejo, Sambiroto, Tayu Wetan, Pundenrejo, dan Bulungan. Bencana angin putting beliung ini terjadi sekitar pukul 12.30 WIB.

Halaman:

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X