Bupati Lumajang Tinjau Lokasi Terdampak Erupsi Semeru, Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari

- Minggu, 4 Desember 2022 | 21:19 WIB
Bupati Lumajang Thoriqul Haq meninjau lokasi dampak APG Semeru di Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang, Minggu (4/12/2022) petang. (ANTARA/HO-Diskominfo Lumajang)
Bupati Lumajang Thoriqul Haq meninjau lokasi dampak APG Semeru di Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang, Minggu (4/12/2022) petang. (ANTARA/HO-Diskominfo Lumajang)

SINAR HARAPAN--Bupati Lumajang, Jawa Timur, Thoriqul Haq meninjau lokasi terdampak awan panas guguran (APG) Gunung Semeru di Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh pada Minggu petang.

"Kami ingin memastikan semua warga di Dusun Kajar Kuning, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, yang masih berada di rumah dievakuasi seluruhnya," katanya di Lumajang.

Menurutnya proses evakuasi bencana tersebut lebih cepat karena warga sudah mempersiapkan sejak awal terjadi APG pada pukul 03.00 WIB.

"Kami lakukan pemetaan sejak tadi pagi sejak adanya APG dan status Gunung Semeru juga dinaikkan dari siaga menjadi awas," ucap Bupati yang biasa dipanggil Cak Thoriq itu.

Ia mengatakan Pemkab Lumajang memastikan bahwa proses evakuasi berjalan dengan cepat dan masyarakat sudah menempati beberapa posko pengungsian yang sudah disediakan.

"Kondisi Dusun Kajar Kuning saat ini tertutup material debu awan panas guguran hingga 3 meter. Beberapa rumah warga juga terkubur, bahkan dua jembatan di Dusun Kajar Kuning yang beberapa waktu diresmikan juga ikut tertimbun material APG," tuturnya.

Cak Thoriq menjelaskan untuk akses menuju ke Pronojiwo melalui Curah Koboan tidak bisa dilalui, sehingga pihaknya masih berkoordinasi agar jalur jembatan gantung Gladak Perak bisa digunakan secara bergantian atau diatur jam operasional.

"Walaupun memang saat ini masih ada pekerjaaan pengecoran pondasi untuk pembangunan Gladak Perak. Mudah-mudahan bisa digunakan untuk membuka akses menuju Pronojiwo," katanya.

Berdasarkan laporan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan bahwa status Gunung Semeru dinaikkan dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas) terhitung mulai tanggal 4 Desember 2022 pukul 12.00 WIB.

Untuk itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan rekomendasi agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 17 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 19 km.

Tanggap darurat

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur, menetapkan masa tanggap darurat bencana akibat erupsi disertai awan panas guguran (APG) Gunung Semeru selama 14 hari.

"Tanggap darurat 14 hari sejak hari ini dan SK Bupati segera saya tanda tangani," kata Bupati Lumajang Thoriqul Haq saat dikonfirmasi di Pos Pengungsian Desa Penanggal Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang, Minggu.

Menurutnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menetapkan status Gunung Semeru naik dari Siaga (Level III) menjadi Awas (Level IV).

"Untuk itu masyarakat yang berada di zona merah diminta untuk mengosongkan tempat dan mengevakuasi diri di posko pengungsian yang telah disediakan," tuturnya.

Sejalan dengan status Awas Gunung Semeru, lanjut dia, pihaknya memerintahkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) sesuai dengan tugas dan fungsinya untuk melakukan konsolidasi untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi.

"Hal tersebut agar bisa diintervensi karena para pengungsi tersebar di beberapa tempat dan penyebarannya lebih luas," ucap bupati yang biasa dipanggil Cak Thoriq.

Sementara itu, disinggung mengenai kemungkinan adanya korban, Cak Thoriq menjelaskan bahwa pihaknya masih belum ada laporan jumlah korban dan laporan kehilangan dari masyarakat.

"Belum mendapatkan laporan adanya korban, hanya beberapa penanganan yang harus ditangani tim medis, tadi ada bayi umur beberapa bulan tetapi sudah mendapatkan penanganan medis di puskesmas," katanya.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan rekomendasi agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 17 km dari puncak (pusat erupsi) seiring dengan meningkatnya status Gunung Semeru menjadi Awas.

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 19 km.

Masyarakat juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius 8 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Kemudian mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat dan Kali Lanang serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X