Basarnas pertimbangkan pencarian korban gempa Cianjur diperpanjang

- Selasa, 29 November 2022 | 19:46 WIB

 

Pencarian korban gempa Cianjur (dok/Ist)

SINAR HARAPAN--Basarnas mempertimbangkan memperpanjang masa tanggap darurat bencana gempa bumi Cianjur, Jawa Barat, untuk mencari korban hilang.

"Kalau sampai tujuh plus tiga ini masih perlu pencarian, bisa diperpanjang lagi tiga hari juga," kata Koordinator Misi Pencarian Basarnas Jumaril di Posko Basarnas Cugenang, Selasa.

Ia mengatakan, standar operasional prosedur Tim SAR di masa tanggap darurat ada batasan selama tujuh hari.

"Kemarin (26 November 2022) selesai tujuh hari, kita tambah tahap pertama tiga hari (27--30 November 2022). Kalau selesai bisa kami tambah lagi," ujarnya.

Jumaril mengatakan, Tim SAR Gabungan hingga hari ini masih fokus pada pencarian enam korban hilang di Kampung Cijedil sebanyak empat orang dan Kampung Cicadas sebanyak dua orang.

Basarnas masih membuka kesempatan kepada masyarakat di lokasi terdampak gempa yang merasa kehilangan keluarga untuk menyampaikan laporan di nomor pengaduan Posko Induk 0813-16163-355.

Apabila masih terdapat pengaduan masyarakat, kata Jumaril, berkas pengajuan divalidasi oleh petugas Posko Induk di Pendopo Cianjur dengan menyesuaikan data dari kelurahan, kecamatan sampai RT/RW.

"Yang utama pertimbangannya untuk memperpanjang kembali pencarian adalah jumlah korban, kalau masih banyak akan kami perpanjang," katanya.

Pertimbangan lainnya adalah kondisi geografis, seperti kontur lokasi, cuaca, medan pencarian.

Hingga hari kesembilan setelah kejadian atau Selasa ini, tercatat 703 orang korban luka gempa Cianjur, 73.693 orang pengungsi, 326 orang meninggal dunia, dan enam orang dalam pencarian.

Sebelumnya, gempa terjadi berkekuatan Magnitudo 5,6 di sekitar 10 km barat daya Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin (21/11) pukul 13.21 WIB.

Pusat gempa bumi itu berada di darat pada kedalaman 10 km di koordinat 6,84 Lintang Selatan dan 107,05 Bujur Timur.

Warga hilang

Dua kepala desa yakni Kepala Desa Cijedil dan Kepala Desa Mangunkerta, Kabupaten Cianjur, melaporkan ada delapan warganya hilang.

 Laporan tersebut disampaikan dalam proses pencarian hari kesembilan korban gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat..
 
"Namun berdasarkan laporan yang kami terima, ada korban hilang. Berita ini kami terima dari dua kepala desa yaitu dari Kades Cijedil enam jiwa, Kades Mangunkerta dua jiwa," kata Dandim 0608/Kabupaten Cianjur Letkol Arm Hariyanto saat menyampaikan keterangan pers di Pendopo Kantor Bupati Cianjur, Selasa.
 
Untuk korban hilang masih tersisa lima orang hingga Selasa (28/11), namun jika ditambah dengan laporan dari dua kades tersebut maka jumlahnya bertambah menjadi 13 orang.
 
"Kemudian apabila dijumlahkan total keseluruhan korban hilang dalam (proses) pencarian ada delapan orang. Sehingga total laporan yang hilang sampai sore ini sejumlah 13 orang," kata dia.

Letkol Hariyanto mengatakan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa dengan magnitudo (M) 5,6 di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, hingga hari ini bertambah menjadi 327 orang.

 
"Sampai jam sekarang korban jiwa meninggal dunia sejumlah 327 jiwa hasil pencarian sampai dengan 29 November ditemukan empat jiwa" ujar dia.
 
Dia menuturkan untuk korban luka berat akibat gempa Cianjur hingga saat ini sebanyak 595 orang di mana sebanyak 68 orang masih dirawat di seluruh rumah sakit di Cianjur.
 
Selain itu, lanjut dia, per hari ini data pengungsi yang terdata sebanyak 108.7290 jiwa.
 
"Untuk pengungsi laki-laki sebanyak 52.987, pengungsi perempuan 55.733 jiwa, penyandang disabilitas 147 jiwa, ibu hamil 1.341 dan lansia 6.994 jiwa," kata dia.

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

X