Kemenag: Waktu Tunggu Keberangkatan Haji di Jawa Tengah Capai 31 Tahun

- Kamis, 3 November 2022 | 17:13 WIB
Jamaah calon haji mengelilingi Ka'bah dan berdoa di Masjidil Haram pada ibadah haji 2022 di kota suci Mekkah, Arab Saudi, Jumat (1/7/2022).(Reuters/Mohammed Salem)
Jamaah calon haji mengelilingi Ka'bah dan berdoa di Masjidil Haram pada ibadah haji 2022 di kota suci Mekkah, Arab Saudi, Jumat (1/7/2022).(Reuters/Mohammed Salem)


SINAR HARAPAN - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah menyebutkan waktu tunggu keberangkatan ibadah haji di provinsi ini mencapai 31 tahun

"Masih ada sekitar 900 ribu orang yang mengantre," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Musta’in Ahmad di Semarang, Kamis 3 November 2022.

Sementara jika menggunakan skema pemberangkatan tahun ini yang hanya 48 persen dari kuota normal, kata dia, maka masa tunggunya mencapai 50 tahun.

Baca Juga: Arab Saudi Hapuskan Kuota Umrah dan Izinkan Wanita Ibadah Umrah Serta Haji Tanpa Mahram

Pada tahun ini, lanjut dia, jumlah jamaah haji yang diberangkatkan dari Asrama Haji Donohudan mencapai 15.480 orang.

Ia menyebut haji yang diberangkatkan tersebut belum 100 persen sesuai kuota yang seharusnya akibat kebijakan pembatasan selama pandemi Covid-19.

"Sebelum Covid-19 pada 2019 lalu yang diberangkatkan dari Jawa Tengah ini bisa sampai 33 ribu orang," katanya.

Baca Juga: Dirjen PHU Beri Sinyal, Biaya Perjalanan Ibadah Haji Bakal Naik

Ia berharap kuota haji bisa kembali dibuka normal, bahkan bisa dimungkinkan bertambah jika Pemerintah Arab Saudi menambah kuota hajinya.

Dia menambahkan, jika berbasis embarkasi haji, maka pemberangkatan haji bisa dimungkinkan dilakukan melalui Asrama Transit Haji Semarang, selain melalui Asrama Haji Donohudan Boyolali.

Sementara anggota Komisi VIII DPR Abdul Wachid kuota haji yang diperoleh Indonesia selama ini sekitar 220 ribu per tahun.

Baca Juga: Menag Yaqut Ajukan Penambahan Kuota Haji 2023 hingga 100 Persen

Menurut dia, jika kuota haji tersebut ditambah oleh Pemerintah Arab Saudi, maka hal tersebut disambut dengan menyiapkan berbagai prasarana pendukungnya.

"Kalau kuotanya ditambah dua kali lipat, maka asrama haji dan bandara Solo tidak akan mumpuni," katanya.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: ANTARA

Tags

Terkini

X