PT Kalbe Farma Tbk Mengklaim Produknya Tidak Gunakan Etilen Glikol

- Jumat, 21 Oktober 2022 | 12:57 WIB
Ilustrasi - Obat sirup.(Antara/HO-IAI)
Ilustrasi - Obat sirup.(Antara/HO-IAI)


SINAR HARAPAN - PT Kalbe Farma Tbk dan anak perusahaannya mengklaim bahwa setiap produk yang diedarkan pada masyarakat tidak menggunakan kandungan etilen glikol dan fietilen glikol sebagai bentuk kepatuhan atas standar yang ditetapkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dalam keterangan resmi perusahaan itu, di Jakarta, Jumat 21 Oktober 2022, Kalbe menyatakan bahwa selalu menjaga kualitas dan memenuhi standar pembuatan obat (CPOB) dan distribusi obat (CDOB) yang sudah ditetapkan BPOM.

Terkait dengan pemberitaan di masyarakat mengenai kebijakan tidak mengedarkan atau mengonsumsi obat bebas dan/atau bebas terbatas dalam bentuk cair/sirop, Kalbe menekankan kebijakan antisipatif pemerintah terhadap pengaturan peredaran produk sediaan sirup merupakan bentuk kehati-hatian telah jadi perhatian Kalbe dalam memasarkan obat kepada masyarakat.

Baca Juga: Polri Nyatakan Siap Bantu Tarik Obat Sirup Berbahan Kimia dari Peredaran

Setiap produk yang diedarkan dipastikan telah mematuhi seluruh ketentuan BPOM. Selain tidak menggunakan kedua bahan baku itu, pihaknya turut memeriksa kembali produk-produk Kalbe dari kandungan Etilen Glikol dan Dietilen Glikol supaya aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Terkait dengan kerja sama, Kalbe mengaku akan terus memperkuat koodinasi dengan BPOM dan pihak terkait lainnya agar peredaran obat seperti ketersediaan obat sirup sesuai dengan panduan yang ditetapkan pemerintah.

Sebelumya pada Kamis (20/10), Kementerian Kesehatan bersama BPOM berkoordinasi untuk menentukan produk obat sirup mengandung bahan kimia perusak ginjal yang segera ditarik dari pasaran.

Baca Juga: Komunitas Konsumen Indonesia Desak Nama Obat Sirup Mengandung Bahan Berbahaya Dipublikasikan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan rencana penarikan produk obat sirup itu berkaitan dengan temuan tiga zat kimia berbahaya, yakni ethylene glycol (EG), diethylene glycol (DEG), dan ethylene glycol butyl ether (EGBE) pada 15 sampel produk obat sirop yang diteliti dari pasien gangguan ginjal akut.

Ia mengatakan zat kimia tersebut terdeteksi di organ pasien melalui penelitian terhadap 99 pasien balita meninggal akibat gagal ginjal di Indonesia.

"Kami tarik dan ambil darahnya, kami lihat ada bahan kimia berbahaya merusak ginjal. Kemudian kami datangi rumahnya, kami minta obat obatan yang dia minum, itu mengandung juga bahan-bahan tersebut," ujarnya.

Baca Juga: BPOM Deteksi Lima Merek Obat Sirup Lampaui Batas Aman Kandungan EG, Harus Ditarik dan Dimusnahkan

Tindakan preventif yang dimaksud, katanya, menghentikan sementara pemberian obat sirup kepada masyarakat, baik usia anak maupun dewasa.

Menkes mengatakan tindakan tersebut langkah kehati-hatian pemerintah demi menekan laju kasus kematian akibat gagal ginjal. Kedua kandungan itu pun juga menjadi penyebab kematian banyak orang di sejumlah negara. Kasus serupa terjadi di Afrika, India, China dan sejumlah negara lainnya.

"Tahan dulu sementara, supaya tidak bertambah lagi korbannya balita-balita kita. Kalau obat urusan dokter, tapi kami tahan ke dokter dan apotek-apotek sampai nanti BPOM memastikan obat mana yang sebenarnya berbahaya," ia menambahkan.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Gempa Cianjur Magnitudo 4,3 Dirasakan hingga Sukabumi

Selasa, 24 Januari 2023 | 05:01 WIB

Padang Banjir Bandang, Puluhan Warga Dievakuasi

Selasa, 24 Januari 2023 | 01:13 WIB
X