• Rabu, 7 Desember 2022

Keluarga yang Kehilangan Anak pada Tragedi Kanjuruhan Diminta Lapor

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:49 WIB
Sejumlah penonton membawa rekannya yang pingsan akibat sesak nafas terkena gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan saat kericuhan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022).(Antara/Ari Bowo Sucipto)
Sejumlah penonton membawa rekannya yang pingsan akibat sesak nafas terkena gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan saat kericuhan usai pertandingan sepak bola BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022).(Antara/Ari Bowo Sucipto)


SINAR HARAPAN - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengimbau keluarga yang kehilangan anak-anaknya dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, agar melapor.

"Diimbau yang kehilangan anggota keluarganya, termasuk anak-anak yang menonton atau ada di sekitar tempat kejadian agar melapor dan menginformasikan data anak atau keluarganya yang hilang," kata Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KPPPA, Nahar saat dihubungi di Jakarta, Minggu 2 Oktober 2022.

Menurut dia, ada beberapa anak yang menjadi korban insiden berdarah itu, belum diketahui identitasnya.

Baca Juga: Korban Tragedi Kanjuruhan Malang Bertambah Menjadi 129 Orang

Nahar mengatakan hingga saat ini, sedikitnya ada 17 anak yang meninggal dan tujuh anak mengalami luka-luka.

"Data yang masuk, 17 anak meninggal dan tujuh dirawat, tapi kemungkinan bisa bertambah," kata Nahar.

Anak-anak yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut kebanyakan berusia antara 12 tahun hingga 17 tahun.

Baca Juga: Komnas HAM Turunkan Tim Pemantauan Tragedi Kanjuruhan

Pihaknya bersama Dinas PPPA Provinsi dan Kota Malang masih terus memastikan jumlah anak yang meninggal serta korban luka-luka yang memerlukan perawatan fisik dan psikis lanjutan.

"Kami terus memastikan data berapa anak yang meninggal, yang luka dan perlu perawatan fisik dan psikis lanjutan," katanya.

Sebanyak 127 orang dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi berdarah usai laga antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10) malam.

Baca Juga: Jokowi Minta Menkes-Khofifah Beri Layanan Terbaik untuk Korban Kanjuruhan

Kericuhan terjadi usai pertandingan Arema FC vs Persebaya. Ribuan Aremania merangsek masuk ke area lapangan setelah Arema FC kalah dari Persebaya dengan skor 2-3.

Kekalahan itu merupakan yang pertama bagi Arema FC sejak 23 tahun terakhir.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berawan Hari Ini

Senin, 5 Desember 2022 | 09:05 WIB
X