• Minggu, 27 November 2022

Mabes Polri Kirim Tim DVI Identifikasi Korban Tragedi Kanjuruhan

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 09:07 WIB
Polisi menembakan gas air mata untuk meredakan kerusuhan di Kanjuruhan Malang Jawa Timurr.(Antara/Ari Bowo Sucipto)
Polisi menembakan gas air mata untuk meredakan kerusuhan di Kanjuruhan Malang Jawa Timurr.(Antara/Ari Bowo Sucipto)


SINAR HARAPAN - Mabes Polri mengirimkan tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk membantu Polda Jatim mengidentifikasi korban tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya.

"Saat ini Mabes Polri mengirimkan tim DVI ke Malang untuk berkoordinasi dengan tim DVI Polda Jawa Timur dan rumah sakit setempat untuk mempercepat identifikasi," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah di Jakarta, Minggu 2 Oktober 2022.

Nurul mengatakan tim dari Polri fokus mengidentifikasi para korban yang meninggal dunia serta memberikan perawatan medis kepada korban luka-luka.

Baca Juga: Kadivhumas Polri: Tim Bekerja Usut Tragedi Kanjuruhan

"Fokus Polri saat ini adalah melakukan identifikasi korban dan memberikan pertolongan medis kepada para korban yang saat ini masih dirawat di rumah sakit," tambahnya.

Hingga Minggu pagi, sebanyak 127 orang dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi yang terjadi pascapertandingan antara Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta dalam jumpa pers di Malang, Minggu, mengatakan dari 127 orang yang meninggal dunia tersebut, dua di antaranya merupakan anggota Polri.

Baca Juga: LPSK Tegaskan Harus Ada Pihak Bertanggungjawab Tragedi Kanjuruhan

"Dalam kejadian itu, telah meninggal 127 orang, dua di antaranya adalah anggota Polri," katanya.

Nico menyebutkan sebanyak 34 orang dilaporkan meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, sementara sisanya meninggal dunia saat mendapatkan pertolongan di sejumlah rumah sakit setempat.

Hingga Minggu pagi, sekitar 180 orang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Malang. Selain korban meninggal dunia, tercatat sebanyak 13 unit kendaraan mengalami kerusakan, 10 di antaranya merupakan kendaraan Polri.

"Masih ada 180 orang yang masih dalam perawatan. Dari 40.000 penonton, tidak semua anarkis; hanya sebagian, sekitar 3.000 penonton turun ke lapangan," Nico menambahkan.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPK Panggil Dua Pengacara Gubernur Papua Lukas Enembe

Kamis, 24 November 2022 | 12:28 WIB

Tokoh PAN di Subang Dijerat KPK

Selasa, 22 November 2022 | 21:38 WIB
X