• Senin, 5 Desember 2022

Cakupan Vaksinasi Booster Masih Rendah, Pemerintah Berhati-hati Tetapkan Akhir Pandemi Covid-19

Banjar Chaeruddin
- Minggu, 25 September 2022 | 19:11 WIB
Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito (dok)
 
SINAR HARAPAN--Cakupan vaksinasi booster di Indonesia berjalan lamban dan hingga saat ini masih berkisar 26,9%, jauh di bawah harapan WHO. Masalah ini menjadi salah satu sebab pemerintah harus berhati-hati dalam menetapkan akhir masa pandemi dan memasuki fase endemi.
 
Jurubicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan cakupan vaksinasi booster menjadi salah satu kendala utama bagi Indonesia dalam menyatakan kemenangannya atas penyebaran virus Corona. 
 
Vaksin booster yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai syarat perjalanan sejak 25 Agustus 2022 tersebut nyatanya belum memberikan dampak yang besar atas kenaikan jumlah penerima booster Covid-19 di Indonesia. Wiku mengungkapkan, kenaikannya bahkan kurang dari 1 persen.   

"Sejak diberlakukan program booster pada awal tahun, menuju akhir tahun ini cakupannya baru 26 persen. Pengaturan wajib booster juga belum mampu menaikan cakupan vaksin booster secara signifikan ditandai dengan kenaikan kurang dari 1 persen," kata Wiku, Minggu (25/9).   

Mempersiapkan diri masuk ke fase endemi, Indonesia setidaknya harus meningkatkan cakupan vaksin booster hingga di atas 50 persen. Hal ini sesuai dengan anjuran yang telah ditetapkan oleh WHO.   

Pemerintah tidak mau gegabah menetapkan akhir pandemi Covid-19 meskipun saat ini penularannya terus menurun, demikian pula angka kematian dan kasus aktif. Pemerintah tidak akan tergesa-gesa untuk menetapkan akhir pandemi. Pemerintah masih terus berhati-hati dalam menafsirkan arti akhir pandemi Covid-19.

Pemerintah juga mematangkan kesiapan seluruh elemen masyarakat maupun pemerintahan dalam menyambut fase endemi, termasuk dalam cakupan vaksinasi ketiga atau booster Covid-19.   

"Kita perlu berhati-hati dalam memaknai akhir pandemi. Kita perlu melihat perspektif yang lebih luas dan dalam dari aspek kesiapan seluruh lapisan masyarakat dan pemerintahnya," terang Wiku dikutip dari kanal YouTube BNPB Indonesia, Minggu (25/9).   

 

Di sisi lain, kehati-hatian pemerintah dalam merespons kabar berakhirnya pandemi Covid-19 yang sebelumnya telah dideklarasikan oleh sejumlah negara itu juga telah disampaikan oleh Presiden Joko Widodo pada beberapa waktu lalu.   

Jokowi menegaskan bahwa dirinya tentu masih akan menunggu keputusan akhir dari WHO dalam proses peralihan dari fase pandemi ke endemi. Karenanya, WHO adalah satu-satunya pihak yang dapat menyatakan waktu berakhirnya fase pandemi Covid-19 di seluruh dunia. 

 

 

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Satgas covid

Tags

Terkini

Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berawan Hari Ini

Senin, 5 Desember 2022 | 09:05 WIB

BMKG Belum Deteksi Gempa Susulan di Kabupaten Garut

Sabtu, 3 Desember 2022 | 19:03 WIB

Getaran Gempa Garut Membuat Panik Warga Sukabumi

Sabtu, 3 Desember 2022 | 17:36 WIB
X