• Rabu, 5 Oktober 2022

Peringatan BMKG: Waspadai Seluruh NTT Berstatus Sangat Mudah Terbakar

- Jumat, 19 Agustus 2022 | 07:54 WIB
Kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan Gunung Ile Mandiri di Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur, NTT pada November 2019.(Antara/HO-Roland Tuanaen)
Kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan Gunung Ile Mandiri di Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur, NTT pada November 2019.(Antara/HO-Roland Tuanaen)


SINAR HARAPAN - Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar mewaspadai kondisi seluruh wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang saat ini berstatus sangat mudah terbakar.

"Kondisi 22 kabupaten/kota se-NTT berada di tingkat merah atau sangat mudah terbakar sehingga masyarakat perlu mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan," kata Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang BMKG Agung Sudiono Abadi ketika dikonfirmasi di Kupang, Jumat 19 Agustus 2022.

Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan peringatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah NTT yang berlaku pada 19 Agustus 2022.

Baca Juga: Pemprov Riau Umumkan Status Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan

Agung menjelaskan tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah di seluruh wilayah NTT saat ini dalam keadaan sangat mudah terbakar.

"Kondisi alang-alang dan dedaunan yang biasanya menutupi lantai hutan saat ini dalam kondisi sangat kering dan sangat mudah terbakar," katanya.

Agung mengimbau masyarakat di NTT agar mewaspadai kondisi tersebut dengan melakukan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan dengan menghindari aktivitas yang memicu titik api.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Waspadai Kebakaran Hutan di Riau

Ia mengatakan, umumnya peristiwa kebakaran hutan dan lahan terjadi akibat perbuatan manusia baik disengaja maupun tidak seperti membuka lahan pertanian dengan cara membakar.

Selain itu, membuang puntung rokok di area terbuka yang terdapat tumpukan rumput atau daun kering yang mudah tersambar api.

"Aktivitas seperti ini yang perlu dihindari karena berpotensi memicu kebakaran yang bisa meluas dengan cepat pada musim kemarau ini," ujarnya.

Ia menambahkan, dengan adanya kondisi angin kencang yang bersifat kering membuat potensi meluasnya kebakaran hutan dan lahan juga lebih cepat dan lebih sulit dikendalikan.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X