• Senin, 3 Oktober 2022

Pakar Ungkap Tujuh Tantangan Kesehatan di HUT Ke-77 RI

- Rabu, 17 Agustus 2022 | 10:48 WIB
Prof Tjandra Yoga Aditama.(Dok/Pribadi)
Prof Tjandra Yoga Aditama.(Dok/Pribadi)


SINAR HARAPAN - Direktur Pasca-Sarjana Universitas YARSI Prof Tjandra Yoga Aditama mengemukakan Indonesia masih dihadapkan pada serangkaian tantangan masalah kesehatan di momentum HUT Ke-77 RI Tahun 2022.

"Pertama, bagaimana terus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memberi prioritas penting bagi kesehatan," kata Tjandra yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu 17 Agustus 2022.

Tjandra yang juga Guru Besar Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia (FKUI) itu mengatakan Covid-19 telah membuat masyarakat dan penentu kebijakan publik makin memberi prioritas pada kesehatan.

Baca Juga: Gibran Persilahkan Warga Gelar Kegiatan 17 Agustus di Tengah Covid-19

"Kita semua harus menyadari, health is not everything, but without health everything is nothing," katanya.

Ke dua, bagaimana menjamin tersedianya pelayanan kesehatan primer, utamanya untuk menjaga yang sehat agar tetap sehat, dan memiliki paradigma sehat, kata Tjandra.

Walaupun sudah sejak sebelum 1980 Indonesia sudah punya Puskesmas di semua kecamatan, tapi kini 5.498 dari 10.373 Puskesmas (53%) belum memiliki sembilan jenis tenaga kesehatan sesuai standar, dan 586 Puskesmas belum memiliki tenaga dokter.

Baca Juga: Hari Ini Kasus Baru Covid-19 Naik lagi, Bertambah 6.276 Kasus Baru

Ketiga adalah peningkatan mutu pelayanan di rumah sakit. Menurutnya, uang yang keluar untuk membiayai yang sakit untuk berobat ke luar negeri, lebih dari Rp110 triliun setiap tahunnya.

Ada tiga hal yang menurut Tjandra perlu dibenahi. Pertama, tentang aturan termasuk perpajakan alat kesehatan, kedua adalah sarana dan prasarana serta ketiga tentang ketersediaan dan pemerataan tenaga kesehatan yang bermutu.

Tjandra mengatakan penanggulangan pandemi Covid-19 saat ini menjadi tantangan keempat yang perlu dihadapi pemangku kebijakan di sektor kesehatan.

Baca Juga: Jumlah Rukun Tetangga Rawan Zona Merah Covid-19 di Jakarta Bertambah Menjadi 28

"Bagaimana kita bersiap menghadapi kemungkinan masalah keamanan kesehatan di masa depan, termasuk kemungkinan wabah dan pandemi lagi," katanya.

Kelima, adalah advokasi dan koordinasi, karena masalah kesehatan tidak akan diselesaikan hanya oleh sektor kesehatan semata.

"Salah satu contoh konkretnya adalah penerapan pendekatan One Health yang sebagai suatu pendekatan kolaboratif dalam pelayanan kesehatan manusia, hewan dan lingkungan yang dilaksanakan secara terpadu lintas sektor dan tentu juga bersama masyarakat," ujarnya.

Baca Juga: Sekolah-sekolah di Bandung Diimbau Tiadakan Kegiatan Ekstrakurikuler, Antisipasi Risiko Penularan Covid-19

Tantangan keenam, kata Tjandra, perlu upaya ekstra keras untuk mencapai goal 3 SDG, yaitu mencapai Kehidupan Sehat dan Sejahtera di tahun 2030.

"Salah targetnya adalah mengakhiri epidemi AIDS, tuberkulosis, malaria, dan penyakit tropis yang terabaikan, dan memerangi hepatitis, penyakit bersumber air, serta penyakit menular lainnya pada tahun 2030," katanya.

Tjandra mengatakan angka tuberkulosis di Indonesia masih tinggi, juga masih terdapat ratusan kabupaten yang belum bebas malaria dan penyakit lainnya.

Baca Juga: Menkeu: Perekonomian Nasional Sudah Capai Level Sebelum Pandemi Covid-19

Halaman:

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X