• Minggu, 4 Desember 2022

BMKG: Hujan Lebat Masih Akan Terjadi di Sulteng 10 Hari ke Depan, Waspadai Banjir Bandang

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 12:07 WIB
Warga melintas di dekat rumah yang roboh akibat banjir pada Kamis (28/7/2022) malam di Desa Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat (29/7/2022).(Antara/Moh Ridwan)
Warga melintas di dekat rumah yang roboh akibat banjir pada Kamis (28/7/2022) malam di Desa Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat (29/7/2022).(Antara/Moh Ridwan)


SINAR HARAPAN - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan potensi hujan lebat masih akan terjadi di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) 10 hari ke depan di awal Agustus 2022.
 
"Hal perlu diwaspadai dampak ditimbulkan dari hujan lebat bisa mengarah pada banjir maupun tanah longsor," kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Mutiara Sis Al-Jufri Palu Nur Alim dihubungi dari Parigi, Jumat 5 Agustus 2022.
 
Ia mengemukakan, menurut prakiraan cuaca kewaspadaan tinggi terdapat dapat hujan lebat berada di Kabupaten Banggai dan Morowali, dan BMKG juga telah mengeluarkan informasi peringatan waspada hari ini berlaku di 13 kabupaten/kota di Sulteng.

Baca Juga: Kepala BNPB Tinjau Lokasi Terdampak Banjir Bandang di Parigi Moutong Sulteng

Sebanyak 13 kabupaten/kota yang dimaksud, yakni Kabupaten Bulo, Tolitoli, Donggala, Sigi, Parigi Moutong, Poso, Tojo Una-una, Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Morowali, Morowali Utara dan Kota Palu.
 
"10 hari ke depan, selain peringatan dini hujan lebat ada pula peringatan dini hujan sangat lebat di sejumlah daerah, maka sudah seharusnya masyarakat dan Pemerintah Daerah melakukan antisipasi," ujar Alim.

Menurut prakiraan BMKG, wilayah Sulteng dua bulan ke depan atau pada Agustus-September masih dilanda hujan, dan diprediksi tahun 2022 tidak ada musim kemarau.

Baca Juga: BPBD Prioritaskan Pencarian Korban Banjir Torue Sulteng, Empat Warga Belum Ditemukan

"Saat ini kondisi cuaca kemarau basah. Kondisi ini dipicu fenomena La Nina yang aktif kembali dan pertumbuhannya sangat cepat sehingga diperkirakan tidak ada musim kemarau, karena beberapa bulan ke depan masuk musim hujan tahunan di mulai November 2022 hingga Februari 2023," ia menyebutkan.

Dia mengatakan, warga tidak perlu panik berlebihan menanggapi peringatan dini cuaca oleh BMKG, karena data yang dirilis untuk mengingatkan agar tidak lengah menghadapi situasi buruk.
 
"Banjir Bandang melanda Desa Torue, Kabupaten Parigi Moutong pada Kamis 28 Juli sudah kami ingatkan melalui informasi peringatan peringatan dini status waspada, Parigi Moutong termasuk salah satunya," ia menambahkan.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

BMKG Belum Deteksi Gempa Susulan di Kabupaten Garut

Sabtu, 3 Desember 2022 | 19:03 WIB

Getaran Gempa Garut Membuat Panik Warga Sukabumi

Sabtu, 3 Desember 2022 | 17:36 WIB
X