• Sabtu, 1 Oktober 2022

BPBD Prioritaskan Pencarian Korban Banjir Torue Sulteng, Empat Warga Belum Ditemukan

- Sabtu, 30 Juli 2022 | 12:24 WIB
Tim SAR gabungan mengurai tumpukan kayu di tengah laut dan diduga korban banjir Desa Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah terjebak di bawah tumpukan kayu tersebut, Sabtu (30/7/2022).(Antara/Moh Ridwan)
Tim SAR gabungan mengurai tumpukan kayu di tengah laut dan diduga korban banjir Desa Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah terjebak di bawah tumpukan kayu tersebut, Sabtu (30/7/2022).(Antara/Moh Ridwan)


SINAR HARAPAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng) memprioritaskan pencarian terhadap empat korban hilang akibat banjir bandang yang menerjang Desa Torue.
 
"Pencarian masih berlanjut, dengan sasaran operasi di laut, karena banyak tumpukan kayu di laut, dugaan tim SAR korban berada di tumpukan kayu," kata Kepala BPBD Parigi Moutong Idran ditemui di Torue, Parigi Moutong, Sabtu 30 Juli 2022.
 
Ia mengemukakan, upaya penanganan pascabanjir bandang, relawan berbagi tugas, ada yang melakukan operasi SAR yang dipimpin Basarnas, lalu giat pembersihan rumah warga dari material lumpur hingga pendistribusian logistik ke tempat pengungsian.

Baca Juga: Banjir Bandang Memaksa Warga Mengungsi di Torue Parigi Moutong Sulteng

Dia menuturkan, operasi pencarian korban hilang lima hari ke depan sebagai mana standar operasional prosedur (SOP) operasi bila korban belum ditemukan.
 
"Hingga kini belum ada laporan tambahan warga hilang, dan kami berharap empat korban yang masih dalam pencarian secepatnya bisa ditemukan," ucap Idran.
 
Selain pencarian, organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Parigi Moutong melakukan pendataan terhadap sektor yang menjadi tugas dan kewenangan mereka, di antaranya Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPHP) melakukan kajian terhadap lahan persawahan, kebun terdampak.

Baca Juga: Banjir di Parigi Moutong Sulteng, Tiga Tewas Empat Warga Lainnya Dinyatakan Hilang

Kemudian, Dinas Pendidikan mendata jumlah sekolah dan siswa terdampak, begitu pun Dinas Kelautan dan Perikanan melakukan kajian cepat jumlah tambak warga terdampak.

"Selain digunakan untuk kepentingan mereka, data-data yang dihimpun masing-masing instansi selanjutnya nanti disatukan menjadi basis data dipasang di papan informasi guna mempermudah intervensi penanganan," ujar Idran.

Data sementara dihimpun APBD setempat dua hari setelah banjir, korban meninggal dunia tiga orang dan 357 kepala keluarga (KK) masih bertahan di pengungsian karena rumah mereka masih tertimbun lumpur serta rusak disapu banjir.
 
"Bantuan logistik korban bencana terus mengalir, dan sementara ini masih ditampung di posko induk sebelum disalurkan kepada warga," Idran menambahkan.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X