• Senin, 28 November 2022

Save the Children Indonesia Dorong Pentingnya Pemenuhan Hak-hak Anak Terdampak Krisis Iklim

- Jumat, 22 Juli 2022 | 13:59 WIB
Aksi generasi iklim yang dilakukan Save the Children Indonesia.(Dok/Save the Children Indonesia)
Aksi generasi iklim yang dilakukan Save the Children Indonesia.(Dok/Save the Children Indonesia)


SINAR HARAPAN - Save the Children Indonesia mendorong pentingnya pemenuhan hak-hak anak yang berfokus pada membangun ketahanan atau resiliensi anak dan keluarga, terutama mereka yang paling terdampak situasi buruk krisis iklim dan pandemi Covid-19.

Hal itu diungkapkan Chief of Advocacy, Campaign, Communication & Media Troy Pantouw dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat 22 Juli 2022.

Terkait dengan hal itu, dia melanjutkan maka diperlukan langkah secara strategis. Salah satunya dengan menyelenggarakan Pekan Berpihak Pada Anak yang dilaksanakan pada 22–28 Juli 2022 mendatang.

Dia mengatakan, rangkaian acara ini bertujuan menyuarakan langkah-langkah adaptasi dan mitigasi yang telah dilakukan oleh Save the Children Indonesia bersama berbagai mitra, anak, dan orang muda dalam membangun ketahanan anak, terutama yang paling terdampak krisis iklim.

“Krisis iklim juga merupakan krisis pada hak-hak anak. Anak-anak menanggung beban berat dari dampak krisis iklim. Untuk itu penting agar upaya pemenuhan hak anak juga menyasar pada membangun ketahanan dimulai dari peningkatan kesadaran tentang aksi adaptasi krisis iklim, mendukung ekonomi keluarga, memastikan layanan dasar kesehatan pada anak terpenuhi, mendapat perlindungan sosial, serta hak pendidikan anak,” katanya.

Troy Pantouw menambahkan, kegiatan itu juga terkait dengan perayaan Hari Anak Nasional (HAN) pada 23 Juli yang berlangsung setiap tahun.   

"Momentum ini tidak hanya sekadar perayaan hak-hak anak, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk refleksi dan evaluasi tentang capaian dan tantangan upaya pemenuhan hak anak di Indonesia," ujanya.

Tema Hari Anak Nasional 2022 ini adalah “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”.

Sejalan dengan tema HAN 2022, Save the Children Indonesia mendorong pentingnya pemenuhan hak-hak anak yang berfokus pada membangun ketahanan atau resiliensi anak dan keluarga, terutama mereka yang paling terdampak situasi buruk krisis iklim dan pandemi Covid-19.

Kahfi selaku Dewan Penasihat Anak dan Orang Muda (CYAN) Save the Children Indonesia menambahkan, krisis iklim mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan anak dalam berbagai bentuk.  

Ia menyebutkan, di bidang kesehatan, data Kementerian Kesehatan tentang Data & Informasi Dampak Perubahan Iklim di Sektor Kesehatan 2021 menjelaskan bahwa penyakit yang berkaitan dengan salah satunya perubahan iklim yaitu, diare, pneumonia, infeksi saluran pernafasan akut, serta beberapa masalah gizi seperti stunting dan underweight.

Dia mengatakan, kemampuan anak dan keluarga  untuk beradaptasi dengan dampak  krisis iklim juga terbatas, salah satu alasannya karena pengetahuan, serta minimnya informasi dan pendampingan dari berbagai pihak.

Untuk itu, kata dia penting untuk memprioritaskan peningkatan kapasitas adaptasi anak dan keluarga serta memenuhi kebutuhan paling utama pada keluarga yang paling terdampak.

“Harapan kami, pemerintah dapat membuka ruang dialog bersama anak agar upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dapat membuahkan keadilan iklim yang ramah anak. Anak perlu dilibatkan dalam ruang-ruang diskusi dan dilibatkan dalam pengambilan keputusan agar terwujud kebijakan yang ramah anak dan berpihak pada anak,” Kahfi menambahkan.***

    

Editor: Norman Meoko

Sumber: Siaran Pers

Tags

Terkini

X