• Selasa, 4 Oktober 2022

PowerChina-Sinohydro Sumbang Komputer ke Pesantren Terpadu "Darul 'Amal" Sukabumi

- Rabu, 20 Juli 2022 | 03:02 WIB
Ketua LIT Mayjen TNI (Purn) Sudrajat (kedua dari kanan) bersama Wakil PowerChina-Sinohydro, Wu Zheng Yu (kanan) menyerahkan bantuan 19 komputer kepada Pembina Yayasan Pendidikan Sosial Islam Darul Amal, Rudiantara (ketiga dari kiri).(Hermawan/ShangBao)
Ketua LIT Mayjen TNI (Purn) Sudrajat (kedua dari kanan) bersama Wakil PowerChina-Sinohydro, Wu Zheng Yu (kanan) menyerahkan bantuan 19 komputer kepada Pembina Yayasan Pendidikan Sosial Islam Darul Amal, Rudiantara (ketiga dari kiri).(Hermawan/ShangBao)


SINAR HARAPAN - Power Construction Corporation of China atau juga dikenal sebagai PowerChina, bersama Sinohydro Corporation Selasa 19 Juli 2022 memberikan sumbangan 19 unit komputer kepada  Pondok Pesantren Terpadu "Darul 'Amal", Jampangkulon, Sukabumi, Jawa Barat.

Sumbangan tersebut diberikan melalui Lembaga Kerjasama Ekonomi, Sosial Budaya Indonesia-Tiongkok (LIT) yang diterima oleh ketua umumnya Mayjen TNI (Pur) Sudrajat. Dan kemudian meneruskannya langsung ke Rudiantara (mantan Menteri Kominfo 2014-2019) selaku Pembina Yayasan Pendidikan Sosial Islam (Yapsi) "Darul 'Amal". Wu Zheng Yu bertindak mewakili PowerChina dan Sinohydro.

Pada serah terima yang berlangsung secara simbolik di Kantor DPP LIT Sahid Sudirman Center, Jakarta, donasi perangkat komputer tersebut juga diserahkan kepada Pimpinan Yaspi dan Kepala Sekolah.

PowerChina dan Sinohydro adalah perusahaan terkemuka dari Tiongkok yang bergerak terutama di bidang engineering, konstruksi dan industri berat.  Mereka terlibat dalam banyak proyek di Indonesia. Di antaranya, Sinohydro menjadi salah satu kontraktor utama pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.

Pondok Pesantren terpadu "Darul 'Amal" yang didirikan pada tahun 1992 oleh Almarhum Dr. K.H. Umay M. Dja'far Shiddieq merupakan pusat pendidikan formal/umum berbasis Islam. Pesantren itu berada di sebelah barat daya kota Sukabumi. Dari Jakarta lokasi tersebut ditempuh dengan 10 jam perjalanan darat. Di situ diterapkan kurikulum pendidikan nasional (Diknas) 100 persen. Pesantren tersebut juga merupakan sekolah berasrama yang menampung 600 santri. Tingkat pendidikannya sudah sampai sekolah menengah atas.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Siaran Pers

Tags

Terkini

X