• Senin, 8 Agustus 2022

Pesan Airlangga Hartarto: Masyarakat Wajib Vaksinasi Penguat atau Booster Jika Hadiri Kegiatan Keramaian

- Senin, 4 Juli 2022 | 13:39 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers setelah mengikuti rapat kabinet terbatas evaluasi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat  yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (4/7/2022).(Antara/Gilang Galiartha)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers setelah mengikuti rapat kabinet terbatas evaluasi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (4/7/2022).(Antara/Gilang Galiartha)


SINAR HARAPAN - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan masyarakat yang akan menghadiri kegiatan keramaian wajib divaksinasi Covid-19 penguat (booster).

"Satgas sudah mengeluarkan surat edaran bahwa untuk kegiatan keramaian wajib 'booster' dosis ketiga," kata Airlangga di Kantor Presiden Jakarta, Senin 4 Juli 2022.

Airlangga menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers seusai menghadiri rapat terbatas dengan agenda evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Baca Juga: Pemerintah Putuskan PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 1 Agustus 2022

Surat edaran yang dimaksud adalah Surat Edaran Nomor 22 tahun 2022 yang efektif berlaku mulai 21 Juni 2022.

Aturan tersebut memuat mengatur acara yang dihadiri secara fisik oleh lebih dari 1.000 orang, dalam waktu dan lokasi tertentu yang sama baik dalam maupun luar ruang.

Di dalam SE itu disebutkan anak usia 6 sampai dengan 17 tahun diperbolehkan masuk dengan wajib vaksinasi dosis kedua. Sedangkan usia 18 tahun ke atas diperbolehkan dengan wajib vaksinasi dosis ketiga atau booster.

Baca Juga: Kata Menkes Budi Gunadi Sadikin, Indonesia Lebih Baik dari Negara Lain Hadapi Gelombang BA4-BA5

"Lalu Presiden mengingatkan aplikasi Peduli Lindungi di berbagai tempat untuk terus diperketat, tidak boleh kendor, karena beberapa tempat termonitor agak kendor," kata Airlangga.

Diingatkan juga di beberapa negara (kasus) Covid-19 masih tinggi, jadi pandemi belum usai. "Karena ini pertaruhan Indonesia, kita tahan untuk 6 bulan ke depan karena sekarang kasus sudah 80 persen adalah BA.4 dan BA.5," ujarnya.

Pemerintah, menurut Airlangga, juga akan melakukan tes serologi untuk mengetahui kondisi kekebalan masyarakat terhadap virus SARS-CoV-2 dan variannya.

Baca Juga: Menkes Buka-bukaan, 81 Persen Covid-19 di Indonesia adalah Subvarian BA.4 dan BA.5

"Kita lihat di beberapa mal tidak seketat sebelumnya. Saya memonitor di beberapa mal dan kegiatan memang barcode (Peduli Lindungi) tapi banyak pengunjung masuk tanpa 'scan'. Ini yang jadi catatan, utamanya ke mal, restoran, sekolah, bioskop dan yang lain harus diperketat dan di luar pun kalau jarak dekat silakan menggunakan masker," ucap Airlangga.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 per 3 Juli 2022, total kasus terkonfirmasi positif di Indonesia bertambah 1.614 kasus sehingga total kasus mencapai 6.093.917 kasus. Sedangkan kasus aktif Covid-19 di Indonesia mencapai 16.919 kasus.

Kasus sembuh juga bertambah 1.606 orang sehingga totalnya mencapai 5.920.249 kasus sementara pasien meninggal bertambah 4 orang menjadi total 156.749 sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia pada Maret 2020.

Sedangkan untuk vaksinasi yang dilakukan, pemerintah telah menyuntikkan vaksin dosis pertama Covid-19 di Indonesia sejumlah 201.565.306 dosis, dosis kedua yang sudah disuntikkan adalah sebanyak 169.117.557 dosis dan vaksinasi ke-3 mencapai 50.916.428 dosis.

Artinya vaksinasi "booster" baru 24,5 persen dari total target vaksinasi.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Dua Pasien RSJD Surakarta Tewas Terbakar

Jumat, 5 Agustus 2022 | 18:30 WIB
X