• Senin, 8 Agustus 2022

Menkes Buka-bukaan, 81 Persen Covid-19 di Indonesia adalah Subvarian BA.4 dan BA.5

- Senin, 4 Juli 2022 | 13:25 WIB
Tangkapan layar - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers terkait evaluasi PPKM yang disaksikan secara virtual dari Jakarta, Senin (4/7/2022).(Antara/Mentari Dwi Gayati)
Tangkapan layar - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers terkait evaluasi PPKM yang disaksikan secara virtual dari Jakarta, Senin (4/7/2022).(Antara/Mentari Dwi Gayati)


SINAR HARAPAN - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan sebanyak 81 persen kasus Covid-19 di Indonesia adalah subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

"Saya jelaskan bahwa 81 persen dari semua kasus di Indonesia sudah BA.4 dan BA.5, jadi bukan hanya di Jakarta saja. Jakarta sudah 100 persen BA.4 dan BA.5," kata Budi di Kantor Presiden Jakarta, Senin 4 Juli 2022.

Budi Gunadi menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers seusai menghadiri rapat terbatas dengan agenda evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Baca Juga: Kata Menkes Budi Gunadi Sadikin, Indonesia Lebih Baik dari Negara Lain Hadapi Gelombang BA4-BA5

"Kita lihat kasusnya masih terkendali, pesannya sama, seperti ke masyarakat tetap kebijakan maskernya saat di dalam ruangan dipakai, kalau di luar boleh dibuka asal ketika di kerumunan atau sedang sakit dipakai. Cepat (vaksinasi) booster, Insya Allah itu respons yang cukup untuk menghadapi Idul Adha dengan normal karena sama seperti Idul Fitri, Alhamulillah, bisa kita lewati dengan normal," katanya.

Subvarian baru BA.4 dan BA.5 pertama yang dilaporkan di Indonesia pada 6 Juni 2022. Empat kasus pertama terdiri dari 1 orang positif BA.4 seorang WNI dengan kondisi klinis tidak bergejala serta vaksinasi sudah dua kali, sisanya 3 orang kasus positif BA.5.

Dari laporan itu disampaikan bahwa transmisi BA.4 maupun BA.5 memiliki kemungkinan menyebar lebih cepat dibandingkan subvarian Omicron BA.1 dan BA.2.

Baca Juga: Menkes Prakirakan Puncak BA.4 dan BA.5 Maksimum 25.000 Kasus per Hari

Sementara dilihat dari tingkat keparahan dari BA.4 dan BA.5 tidak ada indikasi menyebabkan kesakitan lebih parah dibandingkan varian Omicron lainnya.

Ada 3 negara yakni Afrika Selatan, Portugal, dan Chili, yang kenaikan kasus Covid-19 dikaitkan dengan meningkatnya kasus BA.4 dan BA.5. Sementara di Indonesia dengan awal kasus BA.4 dan BA.5 pada awal Juni 2022, maka diperkirakan puncak penyebaran kasus adalah pada awal Juli 2022.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 per 3 Juli 2022, total kasus terkonfirmasi positif di Indonesia bertambah 1.614 kasus sehingga total kasus mencapai 6.093.917 kasus. Sedangkan kasus aktif Covid-19 di Indonesia mencapai 16.919 kasus.

Baca Juga: Menkes: Ada Delapan Kasus Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia

Kasus sembuh juga bertambah 1.606 orang sehingga totalnya mencapai 5.920.249 kasus sementara pasien meninggal bertambah 4 orang menjadi total 156.749 sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia pada Maret 2020.

Sedangkan untuk vaksinasi yang dilakukan, pemerintah telah menyuntikkan vaksin dosis pertama Covid-19 di Indonesia sejumlah 201.565.306 dosis, dosis kedua yang sudah disuntikkan adalah sebanyak 169.117.557 dosis dan vaksinasi ke-3 mencapai 50.916.428 dosis.

Artinya vaksinasi booster baru 24,5 persen dari total target vaksinasi.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Dua Pasien RSJD Surakarta Tewas Terbakar

Jumat, 5 Agustus 2022 | 18:30 WIB
X