• Senin, 8 Agustus 2022

Terdapat 204 Jamaah Haji Yang Beresiko Tinggi Jalankan Wukuf dan Lempar Jumrah

Banjar Chaeruddin
- Sabtu, 2 Juli 2022 | 20:33 WIB
Petugas haji membawa jamaah yang sakit ke rumah sakit (haji.kemenag.go.id)
Petugas haji membawa jamaah yang sakit ke rumah sakit (haji.kemenag.go.id)

SINARHARAPAN--Terdapat 204 jamaah haji yang dinilai beresiko utuk menjalani wukuf dan melempar jumrah karena kesehatan mereka tidak memungkinkan. Petugas memyarankan mereka bisa disafariwukufkan.

Jumlah jamaah haji yang beresiko tinggi tersebut merupakan hasil skrining terhadap lebih 1.000 jamaah.

“Artinya memang kondisi kesehatan mereka tidak memungkinkan untuk wukuf atau lempar jumrah secara mandiri. Jadi kita akan usulkan kepada Kemenag agar 204 ini bisa disafariwukufkan,” terang Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Budi Sylvana ke media di Kantor KKHI Makkah.

Namun jumlah 204 jemaah tersebut sifatnya masih dinamis, nanti akan bisa ditentukan di hari terakhir H-1 sebelum Arafah. "Jadi nanti H-1 baru ketahuan berapa jumlah jemaah yang akan kita safariwukufkan, mudah-mudahan tidak bertambah,” kata Budi.

“Jadi kepada jemaah-jemaah yang kondisi kesehatannya secara medis tidak memenuhi syarat untuk wukuf atau lempar jumrah secara mandiri, kita akan tetap minta disafariwukufkan demi keselamatan jemaah, jadi jemaah tetap bisa wukuf tapi disafarikan,” sambungnya.

Saat ini, katanya, sudah masuk fase awal critical periode yang puncaknya nanti saat memasuki Armuzna (Arafah, Muzdalifah dan Mina). Maka sebelum Arafah ini KKHI harus menyelesaikan seluruh skrining dengan harapan jemaah yang betul-betul sehatlah yang akan wukuf secara mandiri. 

“Ini penting dilakukan agar tadi angka wafat saat jemaah wukuf bisa terkendali. Dengan skrining ulang atau medical checkup ini bisa diketahui betul dan bisa melihat jemaah mana yang bisa dan jemaah mana yang tidak disafariwukufkan. Sekali lagi, keselamatan jemaah jadi prioritas kita,” tandas Budi.

Ia menambahkan, mayoritas penyakit  jemaah risti adalah hipertensi, jantung terkait kardiovaskuler mendominasi penyakit jemaah. 

“Saat ini penyakit jemaah didominasi hipertensi dan penyait terkait kardiovaskular, mungkin karena jemaah kita tahun ini masih tertib prokes, masih banyak jemaah Indonesia memakai masker sehingga angka penyakit parunya tidak sebesar yang diperkirakan,” tambahnya.

Halaman:

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: haji.kemenag.go.id

Tags

Terkini

Dua Pasien RSJD Surakarta Tewas Terbakar

Jumat, 5 Agustus 2022 | 18:30 WIB
X