• Sabtu, 3 Desember 2022

46 Jamaah Haji Asal Indonesia Terancam Deportasi Dari Saudi Arabia

Banjar Chaeruddin
- Sabtu, 2 Juli 2022 | 19:16 WIB
Ilustrasi jamaah haji di bandara King Abdul Aziz Jeddah (rri.co.id)
Ilustrasi jamaah haji di bandara King Abdul Aziz Jeddah (rri.co.id)

SINARHARAPAN--Sebanyak 46 jemaah calon haji nonkuota (haji furoda) asal Indonesia terancam dideportasi otoritas Arab Saudi karena mereka masuk menggunakan visa tidak resmi.

Informasi awal adanya jemaah furoda ini berawal dari puluhan jemaah tertahan di Bandara Internasional King Abdul Azis Jeddah, Rabu (29/6/2022 ) siang. Mereka sebelumnya terbang dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia dan tiba di Jeddah pada Kamis (30/6) pukul 23.20.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Arsad Hidayat bersama tim didampingi sejumlah pegawai KJRI Jeddah kemudian memeriksa langsung jemaah furoda yang tertahan ke bandara. Di dalam bandara, puluhan jemaah yang sudah mengenakan kain ihram tersebut tampak dikumpulkan oleh otoritas Saudi di salah satu ruangan. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan, diketahui mereka gagal masuk Saudi karena saat pemeriksaan imigrasi, identitas jemaah tidak terdeteksi dan tidak cocok. Jemaah memang mengantongi visa haji namun visa mereka justru diketahui berasal dari Singapura dan Malaysia. 

Hingga Jumat (1/7/2022) petang, pimpinan travel masih berupaya berkomunikasi dengan otoritas Saudi agar 46 orang jemaah tersebut diizinkan masuk. 

Ketua PPIH Arab Saudi Arsad Hidayat memastikan, 46 jemaah yang diberangkatkan PT Alfatih Indonesia Travel  tersebut tidak mendapat visa haji furoda dari Indonesia. Maka ketika menjalani pemeriksaan di imigrasi bandara, otomatis jemaah tidak lolos, karena data di paspor berbeda dengan data di visa.

Dikutip dari rri.co.id, PT Alfatih Indonesia Travel juga tidak terdaftar sebagai penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) yang dibolehkan memberangkatkan jemaah furoda. Bahkan travel ini juga diketahui belum terdaftar di penyelenggara umrah resmi. 

"Di regulasi jelas, yang boleh memberangkatkan jemaah haji furoda harus resmi terdaftar di Kemenag. Dan, sebagian PIHK saat ini tengah antre menunggu penerbitan visa di Jakarta," ujar Arsad.

Sejumlah jemaah mengaku telah mengeluarkan biaya antara Rp 200 juta hingga Rp 300 juta agar dapat berangkat haji dengan jalur tanpa antre bertahun-tahun itu. Sebagian jemaah mendapat tawaran haji furoda ini sejak akhir Mei lalu.

Halaman:

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: rri.co.id

Tags

Terkini

Wapres dan Istri Menikmati Senja di Kaimana

Rabu, 30 November 2022 | 20:41 WIB
X