• Sabtu, 20 Agustus 2022

387 Warga Terdampak Abrasi di Minahasa Selatan Masih Mengungsi

- Kamis, 30 Juni 2022 | 11:11 WIB
Warga yang rumahnya terkena dampak abrasi menempati tempat pengungsian sementara di Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (16/6/2022).(Antara/Adwit B Pramono)
Warga yang rumahnya terkena dampak abrasi menempati tempat pengungsian sementara di Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (16/6/2022).(Antara/Adwit B Pramono)


SINAR HARAPAN - Sebanyak 127 keluarga yang terdiri atas 387 warga yang terdampak abrasi di daerah pesisir Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, masih bertahan di pengungsian.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), masih ada 53 keluarga yang terdiri atas 134 orang yang mengungsi di Balai Pertemuan Umum Lewet, 46 keluarga beranggotakan 158 orang yang mengungsi di Aula Sentrum Uwuran II, serta 28 keluarga beranggotakan 95 orang yang mengungsi di rumah kerabat.

Kepala Pelaksana BPBD Minahasa Selatan Thorie R Joseph di Manado, Kamis 30 Juni 2022 mengatakan bahwa pemerintah membantu pemenuhan kebutuhan pokok warga yang mengungsi karena rumahnya terkena dampak abrasi daerah pesisir."Mereka tak perlu khawatir dengan logistik yang tersedia, masih mencukupi," katanya.

Baca Juga: Kepala BNPB Meninjau Langsung Dampak Abrasi Pantai Minahasa Selatan

"Jangka panjang kita menyediakan logistik (bantuan). Jadi tak hanya di tempat pengungsian saja, tapi ketika mereka menempati tempat hunian sementara kami juga akan menyediakan logistiknya," ia menambahkan.

Menurut dia, sumbangan dari donatur untuk warga yang terdampak abrasi daerah pesisir juga masih mengalir.

Pada 15 Juni 2022, abrasi yang terjadi di kawasan pantai menyebabkan kerusakan rumah warga dan fasilitas umum di Kelurahan Bitung dan Kelurahan Uwuran Satu, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan.

Baca Juga: Belasan Rumah dan Penginapan Terdampak Abrasi di Pantai Minahasa Selatan Sulut

Hingga 22 Juni 2022, abrasi yang terjadi di wilayah tersebut tercatat telah menyebabkan 61 rumah rusak serta mengakibatkan kerusakan jembatan, jalan, fasilitas penyediaan air minum, penginapan, kafe, dan tempat wisata.

Warga yang rumahnya terkena dampak abrasi sebagian masih mengungsi, termasuk di antaranya 18 bayi, 34 balita, empat ibu hamil, dan 42 warga lanjut usia.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

X