• Minggu, 26 Juni 2022

5.000 Keluarga Masih Terdampak Banjir Rob di Semarang

- Rabu, 25 Mei 2022 | 12:58 WIB
Foto udara kondisi banjir limpasan air laut ke daratan atau rob yang merendam kawasan Terminal Petikemas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, Senin (23/5/2022).(Antara/Aji Styawan)
Foto udara kondisi banjir limpasan air laut ke daratan atau rob yang merendam kawasan Terminal Petikemas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah, Senin (23/5/2022).(Antara/Aji Styawan)


SINAR HARAPAN - Pemerintah Kecamatan Semarang Utara, Jawa Tengah menyatakan sekitar 5.000 keluarga di dua kelurahan di Semarang Utara masih terdampak banjir limpasan air laut yang masuk ke darat atau rob di pesisir yang terjadi sejak beberapa hari terakhir.

"Dua kelurahan yang terdampak, yakni Bandarharjo dan Tanjung Emas," kata Camat Semarang Utara, Aniceto Magno Da Silva, di Semarang, Rabu 25 Mei 2022.

Menurut dia, warga memilih bertahan meski banjir rob masih melanda kawasan itu. Ia menyebut ketinggian air masih berada pada kisaran 20 cm.

Baca Juga: Banjir Rob di Pantai Utara Jateng Diperkirakan Berlanjut Hingga 25 Mei

Meski demikian, lanjut dia, air diperkirakan akan meningkat saat puncak rob terjadi.

Upaya yang telah dilakukan yakni menyiapkan dapur darurat di kantor Kecamatan Semarang Utara."Setiap hari disiapkan 2.000 hingga 3.000 bungkus nasi bagi warga terdampak banjir rob," katanya.

Selain itu, kata dia, posko kesehatan juga disiapkan untuk warga yang mengalami gangguan kesehatan."Ada empat unit ambulans juga disiapkan jika sewaktu-waktu dibutuhkan," kata Aniceto Magno Da Silva.

Baca Juga: Pemprov Jateng Pastikan Logistik Warga Terdampak Banjir Rob Aman

Sebelumnya, banjir rob atau air pasang yang melimpah ke daratan dengan ketinggian 2 meter lebih melanda kawasan pesisir Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin 23 Mei 2022, khususnya daerah di sekitar Pelabuhan Tanjung Emas.

Ribuan pekerja dari sejumlah pabrik yang berada di kawasan industri Pelabuhan Tanjung Emas menyelamatkan diri dari peristiwa tersebut.

Selain sepeda motor dan mobil, ribuan unit mesin jahit serta mesin produksi pada sejumlah pabrik juga terendam banjir rob.

Puluhan kontainer atau peti kemas yang berada di Pelabuhan Tanjung Emas juga tampak terendam banjir rob yang terjadi bersamaan dengan gelombang tinggi, serta diperparah dengan jebolnya tanggul laut di kawasan pelabuhan.***

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Wabah PMK di Lombok Tengah Terus Melonjak

Jumat, 24 Juni 2022 | 14:45 WIB

Kasus Baru Covid-19 Terus Naik, Mendekati 2.000

Kamis, 23 Juni 2022 | 19:32 WIB

192.810 Orang Peserta SBMPTN Dinyatakan Lulus

Kamis, 23 Juni 2022 | 13:35 WIB
X