• Sabtu, 3 Desember 2022

Ditunggu, Fatwa MUI Terkait Hewan Terinfeksi Virus PMK Untuk Kurban

Banjar Chaeruddin
- Selasa, 24 Mei 2022 | 19:58 WIB

Pasar ternak (Youtube.com)

SINARHARAPAN--Majelis Ulama Indonesia (MUI) menanggapi keresahan masyarakat mengenai kemungkinan hewan kurban terinfeksi virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dengan segera mengeluarkan fatwa mengenai masmalah tersebut.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI, KH Miftahul Huda mengatakan pembahasan masalah ini dilakukan bersama sejumlah ahli dan kementerian terkait.

"Setelah kita mendengar pendalaman dari ahli terkait virus PMK kita baru mengeluarkan statement fatwa tentang hewan yang terpapar virus PMK sah atau tidak untuk dijadikan (hewan) kurban,” ujar Miftahul dikutip dalam laman resmi MUI, Selasa (24/5).

Menurut dia, ada beberapa pernyataan dari dokter yang masih memperbolehkan hewan yang terpapar virus PMK dikonsumsi. Tapi untuk hewan kurban memiliki persyaratan khusus.

Persyaratan hewan kurban, katanya,  di antaranya harus sehat secara fisik, baik anggota tubuhnya tidak ada yang cacat, maupun tidak memiliki gangguan virus. "Oleh karena itu, harus berhati-hati, meskipun ada pernyataan dari dokter bahwa daging hewan yang sudah terpapar virus PMK itu layak dikonsumsi. Tetapi untuk hewan kurban memiliki persyaratan khusus,” ujarnya.

Dampak virus PMK terhadap hewan, kata dia menyebabkan tidak dapat berjalannya hewan karena menyerang tubuh kaki. Bahkan, dia melihat banyak sapi mati di beberapa daerah karena terpapar pandemi PMK.

"Hewan pincang saja tidak boleh digunakan untuk kurban, apalagi yang tidak bisa jalan dan juga, kami membaca-baca literatur bahwa hewan yang sudah terpapar virus PMK ini ada bagian-bagian tubuh yang tidak boleh dikonsumsi, bagian mulut, kaki, dan jeroan (daleman),” tuturnya. 

Fatwa ditunggu

Halaman:

Editor: Banjar Chaeruddin

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Terkini

Wapres dan Istri Menikmati Senja di Kaimana

Rabu, 30 November 2022 | 20:41 WIB
X