• Minggu, 26 Juni 2022

Kenali Gejala dan Pencegahan Virus Hendra

- Senin, 23 Mei 2022 | 14:19 WIB
Virus Hendra dapat menular dari inang alami flying fox (kelelawar dari genus Pteropus) (Istimewa)
Virus Hendra dapat menular dari inang alami flying fox (kelelawar dari genus Pteropus) (Istimewa)

SINAR HARAPAN - Belum usai Covid-19 dan Hepatitis Akut, kini masyarakat perlu dihadapkan dengan ancaman virus Hendra. Karena mayoritas masyarakat belum mengetahui apa itu virus Hendra, dan bagaimana cara menghadapinya.

Mengutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), virus Hendra yang sebelumnya disebut Equine morbillivirus pertama kali diisolasi tahun 1994 pada spesimen yang diperoleh saat wabah menyerang kuda dan manusia di Hendra, pinggiran kota Brisbane, Australia.

Virus ini memilki jenis yang sama dengan virus nipah yaitu Henipavirus. dapat menular dari inang alami flying fox (kelelawar dari genus Pteropus) ke hewan lain dan ke manusia (zoonosis).

Untuk penularan terhadap manusia, saat ini belum ada kasus yang dilaporkan, tetapi penularan virus tersebut dapat terjadi akibat terpapar cairan atau kotoran kuda yang terinfeksi.

"Penularan virus Hendra ke manusia dapat terjadi setelah terpapar cairan dan jaringan tubuh atau kotoran kuda yang terinfeksi virus Hendra. Kuda dapat terinfeksi setelah terpapar virus dalam urin flying fox yang terinfeksi," jelas keterangan Kemenkes dalam laman resminya pada Senin 23 Mei 2022.

Penyebaran virus ini terjadi setelah inkubasi 9-16 hari, dengan penderita akan mengalami infeksi saluran pernafasan seperti demam, batuk, nyeri tenggorokan. Meski jarang didapati pada manusia, penyakit ini memiliki angka kematian (Case Fatality Rate/CFR) yang tinggi pada manuasi yaitu 57 persen.

Namun, belum ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk virus ini. Oleh sebab itu, Kemenkes mengimbau agar senantiasa melakukan perilaku sehat guna mencegah penularan virus Hendra tersebut.

Beberapa diantaranya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, menghindari perburuan hewan liar, tidak mengonsumsi produk buah langsung dari pohonnya karena kelelawar dapat mengkontaminasi, dan sebagainya. (Pramesti Regita)

Editor: Joko M

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Wabah PMK di Lombok Tengah Terus Melonjak

Jumat, 24 Juni 2022 | 14:45 WIB

Kasus Baru Covid-19 Terus Naik, Mendekati 2.000

Kamis, 23 Juni 2022 | 19:32 WIB

192.810 Orang Peserta SBMPTN Dinyatakan Lulus

Kamis, 23 Juni 2022 | 13:35 WIB
X