• Kamis, 11 Agustus 2022

Suasana Gerbang Tol Merak-Tangerang Belum Ramai

- Sabtu, 7 Mei 2022 | 12:00 WIB
Suasana arus lalu lintas sepanjang perjalanan dari Pelabuhan Merak menuju Gerbang Tol Merak-Tangerang terpantau landau meski memasuki puncak arus balik Lebaran, Banten, Sabtu (7/5/2022).(Antara/Putu Indah Savitri)
Suasana arus lalu lintas sepanjang perjalanan dari Pelabuhan Merak menuju Gerbang Tol Merak-Tangerang terpantau landau meski memasuki puncak arus balik Lebaran, Banten, Sabtu (7/5/2022).(Antara/Putu Indah Savitri)


SINAR HARAPAN - Suasana arus lalu lintas sepanjang perjalanan dari Pelabuhan Merak menuju Gerbang Tol Merak-Tangerang terpantau landai meski memasuki puncak arus balik Lebaran pada 7 Mei 2022.

Berdasarkan pantauan, tidak terjadi antrean panjang maupun kepadatan yang signifikan di wilayah Pelabuhan Merak. Kondisi lenggang telah secara konstan terjadi pada pagi hari sejak H+1 Lebaran.

“Kecenderungan kepadatan mulai meningkat pada siang hari,” kata Kepala Bidang Humas Polda Banten Kombes  Shinto Silitonga ketika dihubungi Antara dari Cilegon, Banten, Sabtu 7 Mei 2022 siang.

Pernyataan tersebut selaras dengan pengakuan para pedagang yang berjualan di sekitar Pelabuhan Merak. Mereka mengungkapkan bahwa kepadatan pembeli biasanya mulai meningkat sekitar pukul 14.00 WIB.

Adapun yang menjadi perhatian saat ini adalah kepadatan menuju jalur wisata Pantai Anyer. Kendaraan yang berjalan menuju kawasan wisata Pantai Anyer tidak hanya berasal dari Banten, melainkan juga berasal dari arah Tangerang.

“Rekayasa lalu lintas selalu dimainkan di jalur utama menuju Anyer secara situasional. Kami melihat kondisi kepadatan arus. Sejak Selasa (3/5) lalu, pola yang digunakan adalah situasi hijau dan kuning,” ucapnya.

Berbeda dengan kepadatan di wilayah Pelabuhan Merak yang biasanya mulai meningkat pada siang hari, kepadatan di jalur wisata menuju Pantai Anyer telah padat sejak pukul 10.00 WIB.

“Biasanya nanti akan melandai pasca jam 18.00 WIB,” tutur dia melanjutkan.

Jalur wisata Pantai Anyer sempat mengalami kemacetan hingga lebih dari 10 km. Mengatasi situasi tersebut, pihak kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas, yakni dengan menggunakan pola buka tutup, "one way", hingga pengalihan arus.

Kemacetan tersebut diakibatkan oleh kelebihan kapasitas jalan dalam menampung kendaraan bermotor yang berlalu-lalang di kawasan Anyer.***

Editor: Norman Meoko

Tags

Terkini

X