• Senin, 4 Juli 2022

Kemendikbudristek Didesak Copot Prof. Budi Santoso dari Rektor ITK

- Kamis, 5 Mei 2022 | 10:00 WIB
Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Dakwah dan Ukhuwah Cholil Nafis.(dok/ist)
Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Dakwah dan Ukhuwah Cholil Nafis.(dok/ist)


SINAR HARAPAN - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah menetapkan sanksi kepada Rektor Institut Teknilogi Kalimantan (ITK) Prof. Budi Santoso Purwokarito seusai membuat tulisan yang memuat dugaan rasisme di media sosialnya.

Sanksi yang diberikan Kemendikbudristek kepada Prof. Budi Santoso yakni memberhentikan dari penugasan sebagai reviewer program Dikti maupun Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Sebabnya, dia diduga melanggar kode etik dan pakta integritas sebagai reviewer.

Namun menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah Cholil Nafis, sanksi tersebut belum cukup untuk memberikan efek jera kepada sosok Rektor ITK tersebut.

Baca Juga: Tugas Prof Budi Santoso di LPDP Ditinjau dan Mungkin Dihentikan

Bagi Cholil Nafis, tulisan Prof. Budi Santoso yang menceritakan kesibukannya yang sedang menguji mahasiswa penerima beasiswa LPDP tidak bisa ditolerir. Pasalnya, dia menggumamkan kata yang dinilai rasisme karena menyebut pakaian penutup kepala ala manusia gurun yang mengarah kepada jilbab.

Karena itu, Cholil Nafis yang juga sebagai pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia ini mendesak Kemendikbudristek agar juga memberhentikan Prof. Budi Santoso dari jabatannya di ITK.

"Terima kasih Kemenpendidikan telah memecatnya sebagai reviewer LPDP. Tapi lebih memberi aspek jera dan antisipasi kaum rasis di Indonesia, baiknya sekalian diberhentikan dari jabatan rektor ITK. Jangan beri lewat orang yang rasis, apalagi kaum terdidik," kata Cholil Nafis melalui akun Twitter-nya, Kamis 5 Mei 2022.(Muhamad Yudha)

Editor: Norman Meoko

Tags

Terkini

X