• Sabtu, 13 Agustus 2022

Yuk Mudik dengan Aman

- Minggu, 24 April 2022 | 11:44 WIB
Mudik Sehat Bersama BUMN 2022.(Antara/HO-BTN)
Mudik Sehat Bersama BUMN 2022.(Antara/HO-BTN)


SINAR HARAPAN - Mudik adalah pulang. Penyanyi Michael Buble dalam lagunya "I Wanna Go Home" merintih ingin pulang walau dia berulang kali menikmati musim panas di Paris dan Roma, dua kota yang sejarah dan kekiniannya memukau banyak manusia di berbagai belahan bumi.

Dia secara lirih menyatakan selalu merasakan kesendirian di dua kota yang berpenduduk jutaan orang itu dan itu pula sebabnya yang dia inginkan hanya pulang.

Sedangkan duo Maywood, Alice May dan Careen Wood, lewat lagunya "Mother How Are You Today" secara liris menyuarakan kekangenannya kepada Ibu ketika mereka dalam perantauan dan begitu lama tak jumpa

Maywood berjanji akan segera pulang pada musim panas dan memastikan keinginan pulang kali ini tidak akan tertunda karena mereka sangat ingin mengetahui kabar sang Ibu.

Mereka ingin bercerita pada Ibu tentang banyaknya peristiwa yang terjadi ketika mereka pergi dari rumah.

Boleh jadi, ungkapan yang tertulis dalam lirik dua lagu tersebut sama sebangun dengan perasaan jutaan perantau di kota-kota besar di Indonesia yang punya tradisi mudik saat masa libur Idul Fitri.

Tradisi Mudik

Tradisi mudik di negeri ini selalu mempertontonkan betapa para pemudik itu rela berlelah tak terhingga untuk mencapai kampung halaman.

Sulitnya mendapatkan tiket bus, kereta, hingga pesawat, atau bermacet-macet dalam hitungan jam hingga hari di jalan raya adalah seni bermudik, begitu kata seorang kawan yang kerap menjalani "ritual" mudik.

Calon pemudik di Terminal Bus.(Antara/Fauzan)

Itu sebabnya, ketika pandemi Covid-19 memaksa pemerintah mengeluarkan larangan mudik, Lebaran sungguh menjadi berbeda. Walau sebenarnya, pandemi itu memang mengubah semua yang biasa menjadi aneh dan berganti dengan kebiasaan baru yang aneh tapi harus dijalani.

Maka, ketika pintu mudik dibuka kembali setelah ditutup pada dua lebaran lalu, hal itu bakal disambut gempita oleh mereka yang sangat ingin berhari raya di kampung halaman.

Pemerintah menyebut angka 85,5 juta orang bakal bergerak dari kota-kota besar ke berbagai daerah untuk berkumpul bersama keluarga mereka.

Angka sebesar itulah yang kemudian menjadi dasar bagi pemerintah saat merencanakan berbagai dukungan agar arus mudik 2022 berjalan lancar.

Persiapan Infrastruktur

Persiapan fisik yang digencarkan dan banyak dipublikasikan adalah penyiapan jalan raya, yang merupakan infrastruktur yang bakal menerima beban terbanyak saat arus mudik bergerak.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono pada sepuluh hari menjelang Lebaran menyatakan prasarana jalan nasional, tol dan jalur biasa serta jembatan siap dilalui pemudik.

Sarana darat di Jawa dan Sumatera, yang menjadi pusat pergerakan mudik, disebut telah siap dilalui dengan nyaman. Jalur jalan raya di Jawa dibagi menjadi tiga besar, yaitu jalur pantai utara, jalur tengah, dan jalur pantai selatan.

Arus mudik juga didukung oleh kesiapan 100 persen jalan tol di Jawa dan Sumatera.

Persoalan yang terjadi di jalan raya biasanya memang menjadi pusat perhatian nasional karena begitu banyaknya manusia yang terlibat di dalam "ritual tradisional" ini.

Untuk itu, persiapan fisik infrastruktur saja tidak cukup. Maka pada bagian lain, polisi bersegera membuat kebijakan untuk mengawal kelancaran arus lalu lintas selama masa-masa padatnya arus mudik terus terjaga.

Rekayasa Lalu Lintas

Pihak keamanan telah merancang sejumlah rekayasa lalu lintas yang bakal diterapkan ketika puncak arus mudik terjadi. Pada musim mudik sebelum pandemi, puncak arus mudik terjadi mulai dua hari menjelang hari raya. Kemacetan luar biasa bakal terjadi pada saat itu.

Gerbang Tol Palimanan.(Antara/Dedhez Anggara)

Halaman:

Editor: Norman Meoko

Sumber: Antara

Tags

Terkini

Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berawan Siang Ini

Jumat, 12 Agustus 2022 | 08:52 WIB
X