• Jumat, 1 Juli 2022

Belajar Toleransi dari Kota Singkawang

- Kamis, 27 Januari 2022 | 11:53 WIB
Suasana murid di kelas saat baca doa sebelum mulai belajar di SMPN 19 Singkawang, Kalimantan Barat.
Suasana murid di kelas saat baca doa sebelum mulai belajar di SMPN 19 Singkawang, Kalimantan Barat.

"Yang saya rasakan, perbedaan bukan jadi masalah. Keberagaman bukan untuk cari perbedaan, tetapi saling memahami. Guru dan muridnya luar biasa," kata Eva.

Eva pernah menjadi kepala SMPN 1 Kota Singkawang. Namun, murid Tionghoa tak sebanyak di SMPN 19.

Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, ada 20 SMP negeri dan 15 SMP swasta di kota yang berjuluk "Kota Amoy" itu. Sekolah negeri terbanyak di Kecamatan Singkawang Barat, sekitar 40 persen. Di kecamatan lain, sekitar 7-8 persen.

Selain SMPN 19, di Singkawang Barat juga ada SMPN 1 dan SMPN 5. Ada beberapa SMP swasta. Singkawang Tengah ada SMPN 2, SMPN 3, SMPN 4 dan SMPN 13. Singkawang Selatan ada SMPN 6, SMPN 10, SMPN 7, dan SMPN 18 serta sejumlah SMP swasta. SMP swasta terbanyak di Singkawang Barat dan Singkawang Tengah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Singkawang, Asmadi mengatur pemerataan kualitas pendidikan. Di mana siswa di lingkungan sekolah, wajib masuk di sekolah tersebut.

Selain itu, sejak 2021, tidak ada penerimaan melalui jalur prestasi. Pendaftaran peserta didik baru (PPDB) Kota Singkawang tahun 2021 hanya menerima jalur zonasi (50 persen), afirmasi (30 persen), dan kepindahan orang tua (20 persen).

Khusus SMPN 19, siswa terbanyak bermukim di Jalan Pulau Natuna dan Jalan Kalimantan, Kecamatan Singkawang Barat. Dalam dua tahun terakhir, sekolah itu menolak puluhan pendaftar, karena daya tampung ruang kelas tak memadai.“Tiap kelas terdiri dari lima rombongan belajar, dan kelebihan pendaftar sebanyak 1 kelas atau sekitar 32 murid, tidak dapat masuk ke sekolah,” kata Eva, perempuan dari Kota Padang, Sumatera Barat tersebut.

Motivasi dan Toleransi

SMPN 19 menempati bangunan bekas sekolah dasar (SD). Sekolah ini berada di Gang Bunga, Pasiran, bertanah merah jenis podsolik merah kuning (PMK). Halaman sekolah becek dan berlumpur jika hujan turun. Akibatnya, lantai sekolah kotor. Jejak sepatu sehabis menginjak tanah becek, menanda dengan jelas di lantai.

Pada 2019, sekolah dapat bantuan pembangunan dua lantai dari Pemerintah Kota Singkawang. Ada ruang kelas baru di bagian belakang bangunan lama. Ada delapan ruang kelas.

Halaman:

Editor: editor2

Tags

Terkini

72.092 Calon Haji Indonesia Tiba di Arab Saudi

Senin, 27 Juni 2022 | 11:03 WIB
X