• Jumat, 1 Juli 2022

Belajar Toleransi dari Kota Singkawang

- Kamis, 27 Januari 2022 | 11:53 WIB
Suasana murid di kelas saat baca doa sebelum mulai belajar di SMPN 19 Singkawang, Kalimantan Barat.
Suasana murid di kelas saat baca doa sebelum mulai belajar di SMPN 19 Singkawang, Kalimantan Barat.

Penting mengasah kemampuan berkesenian siswa, karena dapat menghaluskan budi pekerti dan sopan santun. Ia mencontohkan, ketika pertama kali masuk sekolah, siswa banyak yang kurang sopan. Saat bicara dengan kawan, tak jarang siswa bersuara nyaring. Sejak ikut kegiatan seni, siswa lebih sopan.“Guru tak hanya ajarkan kesenian, tapi juga mendidik etika dan sopan santun,” kata Eva.

Selain program kearifan lokal, sekolah juga mengadakan perayaan hari besar adat dan keagamaan. Misalnya, perayaan Imlek. Guru dan murid mengenakan pakaian khas Imlek, berwarna merah. Perayaan diisi permainan barongsai dan makan bersama. Ketika Ramadhan dan Idul Fitri, ada acara buka puasa bersama dan halal bihalal Idul Fitri. Murid non-muslim ikut acara tersebut.“Saat ada perayaan Natal bersama, murid agama lain ikut memeriahkannya. Bahkan, tahun ini kami juga menyiapkan perayaan Paskah bersama," kata Eva.

Kebhinnekaan di sekolah itu terasa setiap perayaan hari besar. Sangat indah. Bahkan, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie pernah mengikuti Imlek bersama siswa. Akhirnya, siswa tahu setiap tradisi keagamaan yang ada.

Giliran Pimpin Doa

Program kearifan lokal semakin kuat, melalui berbagai contoh dan laku baik, dalam pelaksanaan upacara dan doa bersama, sebelum memulai pelajaran. Kegiatan baca doa dilakukan saat mulai pelajaran dan akhir pelajaran.

Siswa memimpin doa dengan suara nyaring. Jika yang dapat giliran murid agama Buddha, dia akan membaca Paritta. Jika murid Islam yang kena giliran, baca doa secara Islam. Begitu pula murid Katolik atau Kristen Protestan, baca doa sesuai agamanya."Setiap upacara bendera Senin pagi, petugas upacara bergiliran membaca doa, sesuai agama yang dianutnya, " kata Guru Bimbingan Konseling SMPN 19, Bong Adi Effendi.

Bong Adi Effendi mengatakan jika petugas beragama Islam, maka berdoa secara Islam. Jika petugas beragama Buddha, maka doa yang dibacakan secara Buddha. Begitu pula untuk siswa beragama Kristiani, membaca doa sesuai keyakinannya. Kegiatan baca doa bergiliran, dilakukan sejak 2018. Saat pandemi Covid-19, tak ada upacara. Sekolah mengadakan pembelajaran secara daring, sesuai kebijakan pemerintah.

Ketika pandemi mulai melandai, kegiatan belajar tatap muka terbatas dimulai. Senin (10/1/2022), hari pertama masuk sekolah secara tatap muka terbatas. Tak ada upacara bendera. Cuaca juga tak mendukung karena mendung.

Izin Saat Imlek

Keunikan lain di sekolah negeri itu, ketika perayaan Imlek. Banyak murid mengajukan izin tidak masuk sekolah. Izin dimulai satu hari menjelang tanggal 1 Imlek, karena ada makan bersama keluarga. Izin berlanjut sepekan ke depan. Tapi, ada siswa sudah masuk pada hari ketiga, walau tak banyak. Jadi, saat Imlek, suasana sekolah sepi.

Halaman:

Editor: editor2

Tags

Terkini

72.092 Calon Haji Indonesia Tiba di Arab Saudi

Senin, 27 Juni 2022 | 11:03 WIB
X